Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, aksi penembakan mati terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88 alias Densus 88 belum lama ini menuai banyak reaksi publik.
Ada yang pro terhadap aksi tersebut, tetapi tak sedikit pula yang justru mengecam Densus 88 yang telah menembak mati seorang dokter terduga teroris bernama Sunardi.
Nah, berbicara mengenai Densus 88, rupanya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), yakni Anwar Abbas, justru mengaku kecewa.
Hal itu karena menurutnya, teroris sesungguhnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Papua tak diperangi seperti yang lain.
Anwar Abbas mengatakan di Papua KKB telah menimbulkan korban dalam jumlah yang tidak sedikit. Terlebih mereka kebanyakan adalah masyarakat sipil.
- Anwar Abbas: Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat Mengaku Nabi
- Soal Subsidi BBM, Wakil Ketua MUI: Masih Ada Cara Lain Tanpa Cabut Subsidi
- Terkait Minyak Goreng, Anwar MUI Sindir Siapa? 'Jangan-Jangan Merekalah Sebenarnya The Real Terrorist!'
- Gak Terima Label MUI Diganti Kemenag? Anwar Sebut Pemerintah Tak Bisa Keluarkan Sertifikasi Halal: Wajar Sekali Ada Logo MUI!
- Soal Kasus Wadas, Anwar MUI Sebut Negara Berubah Jadi Monster: Yang Ciptakan Ketakutan Bukan Teroris tapi Negara!
Namun, menurut Anwar Abbas, Densus 88 justru dinilai tidak atau belum berbuat banyak untuk mengatasi hal itu.
“Di sana korban yang berjatuhan, baik yang luka-luka atau mati karena ditembak dan dibunuh oleh KKB sudah cukup banyak,” ungkapnya, dikutip terkini.id dari Hops pada Jumat, 11 Maret 2022.
Anwar Abbas yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah itu mengatakan terlebih baru-baru ini, pada tanggal 2 Maret 2022 sebanyak 8 orang karyawan Palapa Timur Telematika tewas ditembak KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.
“Evakuasi jenazah korban juga sempat terkendala akibat cuaca dan baru dilakukan kemarin, Senin, 7 Maret 2022.”
Ia pun mengaku miris dan bersedih ketika melihat keadaan korban, khususnya yang sampai meninggal dunia.
Hal itu disebabkan karena sebenarnya korban-korban tersebut sedang menjalankan tugasnya memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 milik PT. Telkomsel.
“Kami sedih karena saudara-saudara kita yang sedang bekerja tersebut tewas dibunuh oleh sang teroris.”
Secara blak-blakan, ia lantas mengaku kecewa terhadap Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) karena belum melakukan tindakan yang dinilai efektif untuk menumpas terorisme di Papua.
“Kami juga kecewa karena terkesan BNPT dan Densus 88 tidak dan belum berbuat banyak dalam memberantas dan memerangi terorisme di Papua,” tandas Anwar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
