BMKG Ungkap Sejumlah Penyebab Ribuan Rumah Rusak Saat Gempa Malang, Apa Saja?

Terkini.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi terkini.id, menyebut buruknya struktur bangunan menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah dan bangunan yang rusak saat gempa Malang 6,1 M. 

Seperti diketahui, Gempa Bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Malang, Jawa Timur dan sekitarnya pada Sabtu 10 April 2021 lalu. 

Musibah tersebut berdampak pada 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari Probolinggo hingga Ponorogo yang menyebabkan ribuan rumah dan ratusan fasilitas umum rusak

Baca Juga: Ini 29 Lokasi Pemantauan Hilal Awal Syawal 1442 H di...

Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin lalu, sebanyak 179 fasilitas umum rusak karena gempa bumi. 

Bencana itu juga mengakibatkan 1.361 rumah rusak ringan, 845 rumah rusak sedang, dan 642 rumah rusak berat.

Baca Juga: Kepala BMKG Mengeluh Gara-gara Publik Lebih Peduli Atta-Aurel Ketimbang Peringatan...

“Dari hasil survey dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Malang, Rabu 14 April 2021.

Penyebab Kedua, lanjut Dwikorita, adalah kondisi batuan/tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api.

Ketiga, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang. 

Baca Juga: BMKG: Potensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di 2021 Meningkat

Dan terakhir keempat kata dia adalah jarak terhadap pusat gempa.

“Ini temuan hasil survey Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa,” urainya.

1 2
Selanjutnya
Bagikan