Makassar Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem, Damkarmat Aktifkan 7 Posko

Makassar Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem, Damkarmat Aktifkan 7 Posko

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada tahun ini.

Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan potensi kebakaran serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan tujuh posko siaga sebagai langkah antisipasi dini.

“Di musim kering ini kami bentuk posko khusus. Ada dua hal yang menjadi perhatian utama, yaitu bahaya kebakaran dan kekeringan,” ujar Fadli kepada media di Makassar, Rabu 15 April 2026.

Baca Juga

Adapun tujuh posko tersebut terdiri atas satu posko induk di Jalan Ratulangi serta enam posko lainnya yang tersebar di Akkarena, Ujung Tanah, Kawasan Industri Makassar (KIMA), Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala.

Menurut Fadli, penguatan posko dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap berbagai potensi kondisi darurat selama periode kemarau.

“Total ada tujuh posko yang kami aktifkan untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat selama kemarau,” jelasnya.

Selain fokus pada pencegahan dan penanganan kebakaran, Fadli menyebut Damkarmat juga menyiapkan dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Dijelaskan bahwa armada pemadam akan difungsikan sebagai suplai tambahan air dengan berkoordinasi bersama Perusahaan Daerah Air Minum.

“Kami akan backup penyaluran air bersih, tapi tetap ada tim yang standby karena tidak semua armada bisa diturunkan,” tambahnya.

Saat ini, Damkarmat Makassar memiliki sekitar 60 unit armada yang tersebar di berbagai posko.

Seluruh armada tersebut akan dioptimalkan untuk menghadapi dua ancaman utama selama musim kemarau, yakni kebakaran dan kekeringan.

“Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan api terbuka serta menghemat konsumsi air, guna meminimalkan dampak dari musim kemarau ekstrem.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.