Buku Biografi Letjen TNI Andi Abdullah Baumassepe Dibedah di Pare-pare

Terkini.id, Parepare – Provinsi Sulawesi Selatan tercatat memiliki banyak pahlawan nasional. Tercatat, jumlahnya sudah ada sepuluh Pahlawan Nasional saat ini.

“Terakhir ini kita sedang memperjuangkan Jenderal M Jusuf dan Andi Makkasau sebagai pahlawan nasional tahun depan. Namun kami melihat masih minimnya literatur dan kajian tentang pahlawan apalagi itu dilakukan oleh generasi muda kita,” ungkap Drs Andi Pamadengrukka Mappanyompa, selaku pembina Yayasan Andi Abdullah Baumassepe dalam acara Launching dan bedah Buku Biografi Pahlawan Nasional Letjen TNI, Andi Abdullah Baumassepe.

Launching dan bedah buku tersebut digelar di Gedung Islamic Centre di Kota Parepare, Kamis 8 Agustus 2019 lalu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sematkan Gelar Pahlawan Nasional Untuk 6 Tokoh Ini,...

Lebih lanjut, Andi Pamadengrukka mengungkapkan, buku tersebut bukan untuk membesar-besarkan sosok pahlawan nasional, tetapi tujuan utamanya agar generasi muda dapat mempelajari nilai-nilai kepahlawanan serta semangat perjuangan dari Baumassepe yang mati di usia muda umur 29 tahun melawan pasukan Hindia Belanda di bawah komando Westerling di kota Parepare kala itu.

Mewakili Wali Kota Pare-Pare, Salim Sultan selaku Kepala Kesbangpol mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku ini karena pemahaman sejarah bagi generasi muda adalah wajib dilakukan bersama. Kita harapkan generasi muda kota Pare-pare paham akan sejarah perjuangan bangsa ini.

Kegiatan bedah buku ini juga dirangkaikan dengan pameran foto-foto perjuangan dan tokoh-tokoh pejuang dari Kota Pare-Pare miliki yayasan Makkarumpa dan keluarga Andi Abdullah Baumassepe.

Beberapa foto sejarah ditampilkan dalam pameran itu dan foto-foto muda para pejuang kota pare-pare seperti Andi Makkasar, Andi Mappanyukki,  andi pangerang pettarani. dan andi abdullah baumassepe sendiri.

Dalam sesi bedah buku menampilkan H.Abd.Qahar Dg Patangnga (penulis buku biografi) seorang tokoh senior dan juga pemerhati sejarah, Dosen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin Suryadi Mappangara, A.Makmur Makka (Pimpinan Habibie Centre Jakarta), dan moderatro A.M.Nur Baumassepe.

Suryadi Mappangara, mengatakan bahwa dia memilih jurusan ilmu sejarah karena sewaktu kecil SD sampai SMA di Malaysia, dia membaca buku sejarah dan mendengar kehebatan akan keberanian raja-raja Bugis Makassar yang disegani serta perjuangan yang gagah berani dari pahlawan nasional yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Yuhwan, salah satu peserta yang berasal dari SMA Negeri 5 Parepare dalam sesi diskusi mengatakan bahwa menolak bahwa generasi muda bukannya tidak peduli dengan sejarah dan tokoh pahlawan, dia menyayangkan bahwa pemerintah minim membangun prasarana pendidikan tentang sejarah, seperti tidak adanya museum sejarah yang dibangun dikota ini.

Dia mengharapkan adanya prasarana dan media pembelajaran akan sejarang penting bagi generasi muda agar pendidikan sejarang lebih menarik dan dapat meningkatkan minat belajar sejarah generasi muda.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 orang ini dihadiri dari berbagai unsur seperti ormas GMII, TDA, perwakilan SMK dan SMA serta guru-guru sejarah Kota Makassar.

Selain itu hadir juga pihak keluarga besar Andi Abdullah Baumassepe, seperti putri nya yang masih hidup yaitu A Fatimah Dala We Toeng, dan A Dala Uleng (Datu Suppa XXX) , selain itu cucu dan cicitnya.

Bagikan