Fokus penguatan meliputi peningkatan deteksi dini, penyempurnaan sistem rujukan, kesinambungan pengobatan, pemantauan kepatuhan minum obat, serta koordinasi lintas sektor agar penanganan pasien berlangsung secara menyeluruh.
Pada kesempatan itu, Psikiater RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, dr. Riska Mega Hikmah Waliulu, memaparkan tata kelola penyelenggaraan upaya kesehatan jiwa.
Menurutnya, keberhasilan penanganan gangguan jiwa sangat ditentukan oleh sistem pelayanan yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini di masyarakat, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, hingga pendampingan sosial secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah komitmen strategis dari berbagai pemangku kepentingan.
BPJS Kesehatan menyatakan siap menjamin akses pelayanan kesehatan bagi ODGJ peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan yang berlaku.
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
- Momen UMKM Ekspor Lakukan Businesss Matching, KKI 2026 Catat Transksi Ratusan Miliar
- Menko Zulhas di Muktamar V Wahdah Islamiyah Ungkap Arah Ekonomi Prabowo: Mulai MBG Hingga Kopdes, Koreksi Pasar Bebas Menuju Swasembada Pangan
Sementara itu, Dinas Sosial mengusulkan pembentukan Rumah Singgah ODGJ sebagai fasilitas transisi sebelum pasien kembali ke keluarga.
BAZNAS menyatakan siap mendukung pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial bagi penyandang ODGJ beserta keluarganya.
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bulukumba juga berkomitmen memperkuat koordinasi kebijakan lintas perangkat daerah, sedangkan Relawan Sosial Mandiri menyatakan kesiapan memperluas pendampingan berbasis masyarakat guna mengurangi stigma terhadap penyandang gangguan jiwa sekaligus mempercepat penanganan kasus.
Sebagai penutup, seluruh peserta menandatangani Komitmen Bersama TPKJM Kabupaten Bulukumba sebagai bentuk kesepakatan memperkuat koordinasi lintas sektor, membentuk TPKJM di seluruh kecamatan, memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa hingga tingkat desa, serta mengimplementasikan Program BULUKUMBA SPOT secara berkelanjutan.
Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba optimistis mampu membangun sistem pelayanan kesehatan jiwa yang lebih kuat, responsif, inklusif, dan berkesinambungan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
