Aripin mengaku, sebelumnya tidak ada permasalahan Masyarakat dengan PT Vale, hanya saja belakangan hal tersebut terjadi karena ada beberapa pihak masuk ke Masyarakat yang memicu hadirnya kelompok masyarakat tolak tambang.
Untuk itu, PT Vale bersama pemerintah harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tersebut bahwa kehadiran PT Vale bukan merugikan masyarakat, tetapi menghadirkan asas manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Kita harus tahu bahwa PT Vale telah membantu masyarakat Loeha Raya sejak 2001 melalui dana CSR. Bantuan diberikan kepada petani lada seperti pengadaan pupuk, sehingga perekonomian masyarakat mulai membaik.
Sebelum PT Vale memberikan bantuan kepada masyarakat, rumah di Loeha Raya masih dalam kawasan hutan lindung, namun berkat bantuan PT Vale lahan perumahan masyarakat bisa keluar dari kawasan hutan lindung. “Sehingga saya ingin menyampaikan, bahwa PT Vale sangat berjasa bagi Loeha Raya,” paparnya.
Demikian pula disampaikan Wakil Ketua DPRD Lutim, Siddik. Dia menegaskan, PT Vale sudah banyak memberikan kontribusi positifnya di Luwu Timur, tentunya kehadirannya patut didukung. Apa yang terjadi di Tanamalia, bukan karena Masyarakat yang tidak menginginkan kehadiran PT Vale tapi adanya pihak luar yang masuk memecah belah Masyarakat.
“Praktik pertambangan PT Vale sudah sangat bagus, dibandingkan dengan perusahaan tambang lainnya beroperasi di Luwu Timur. Komitmennya sangat bagus untuk membawa perubahan di Tanamalia,” tegasnya.
Kontribusi Rp416 Miliar Per Tahun

Dari sisi kontribusi ekonomi, Siddik mengungkapkan, PT Vale memberi kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp416 miliar per tahun bila dibandingkan perusahaan lainnya. Begitupun dari sisi pengelolaan lingkungan, setiap selesai menambang kembali menghutankan area tersebut.
“Setiap kali selesai menambang, PT Vale mengembalikan area tersebut menjadi hutan. Sementara Perusahaan lainnya tidak seperti itu. Maka dari itu, penting untuk mendukung agar PT Vale tetap beroperasi di Tanamalia dengan tetap memberdayakan masyarakat,” paparnya.
Sementara, Acting CTO Muhammad Jinan Syakir yang hadir membuka FGD menyampaikan paparan terkait praktik pertambangan berkelanjutan yang diusung oleh PT Vale, khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
FGD ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mewujudkan komitmen dari salah satu nilai dan perilaku utama perseroan, yaitu menghargai bumi dan masyarakat, dengan mendengarkan dan melibatkan masyarakat luas secara aktif dalam dialog terbuka dan transparan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
