Terkini, Lutim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur bergerak cepat menyikapi gelombang protes warga desa Loeha di kecamatan Towuti perihal dampak eksplorasi yang dilakukan perusahaan pertambanagn Nikel PT vale di Blok Tanamalia.
“ Kami (DPRD) Luwu Timur) siap memediasi permasalahan yang timbul di sana (Blok Tanamalia) antara warga Loeha dan manajemen PT Vale Indonesia,” ujar wakil ketua DPRD Luwu Timur Muhammad Siddiq BM, usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan masyarakat Loeha, manajemn PT Vale dan komisi III DPRD Luwu Timur.
Sekadar diketahui, dalam sepekan terakhir masyarakat Loeha melakukan aksi unjuk rasa di gedung eksternal PT Vale Indonesia Tbk di Soroako. Warga menolak PT Vale melanjutkan eksplorasi di Blok Tanamalia karena berdampak pada hilangnya mata pencaharian warga di sektor perkebunan , khususunya komoditi Lada.
Sedikitnya terdapat 7 butir poin penolakan warga Loeha terhadap kehadiran PT Vale di Blok Tanamalia sebagaimana disuarakan dalam aksi protes selama ini.

Lantas bagaiamana penjelasan manajemen PT Vale Indonesia Tbk ?
- KAMPAS Bulukumba Susun Jadwal Pengajian Rutin Tiga Zona, Mulai Bergulir September
- Serunya Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Dinas Pertanian Jeneponto
- APL Akui Perambahan Hutan Lindung di Loeha Lutim dan Protes Penangkapan 3 Warga oleh Gakkum
- Makassar Marketing Festival 2026 di Kalla Institute Tekankan Kolaborasi Manusia dan AI
- Semarak HUT ke-81 RI, Siswa RHIS Antusias Ikuti Beragam Lomba
Dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung di gedung DPRD Luwu Timur, Jumat (27/12/2024), Senior Manager Project Tanamalia, PT Vale Indonesia, Aswadi mengungkapkan rencana eksplorasi di Bolk Tanamalia yang dilakukan emiten pertambangan Nikel tersebut.
“Kami senantiasa membuka dialog terbuka bersama pemerintah desa, Kesatuan Pengelola Hutan Larona dan tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh yang dituakan di Desa Loeha dan Desa Rante Angin yang akan terdampak kegiatan eksplorasi,” Kata Aswadi.
Dikatakannya, dengan selesainya divestasi tahap kedua di bulan Juni 2024, Mind ID ( Holding BUMN tambang) menjadi pemegang saham terbesar PT Vale, Pemerintah Republik Indonesia menginginkan PT Vale memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai tambah, melalui program hilirisasi.
Keinginan negara tersebut dituangkan dalam bentuk komitmen investasi dalam izin usaha pertambangan khusus (IUPK).
Nilai Strategis Proyek Pengembangan Tanamalia
Sejumlah point penting juga dipaparkan Aswadi dalam RDP ini menyangkut nilai strategis proyek pengembangan Tanamalia antara lain
Untuk melakukan investasi hilirisasi nickel untuk area tanamalia, tahapan yang sama harus dilakukan. Saat ini PT Vale baru akan masuk dalam Eksplorasi tahap dua.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
