“Ada saya punya tanah, itu bisa kita gunakan. Kalau perlu jangan dulu pulang ke Makassar sebelum kita lihat lokasinya,” ujar Abdul Rahman.
Rombongan Parmusi kemudian meninjau langsung lokasi tersebut pada 23–24 Januari 2026. Kawasan yang berada di dataran tinggi itu dinilai sangat strategis karena berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bone, serta Kecamatan Tinggimoncong.
Lima Bulan Persiapan
Selama lima bulan berikutnya, berbagai proses administrasi berhasil diselesaikan, mulai dari ikrar wakaf yang dilaksanakan pada 28 Maret 2026 hingga penerbitan akta wakaf.
Parmusi juga membentuk Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara sebagai badan hukum pengelola pesantren yang diketuai Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum.
Dalam proses tersebut, Parmusi melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa serta Pemerintah Kabupaten Gowa.
- Libur Sekolah, Asmo Sulsel Ingatkan Orang Tua Utamakan Keselamatan Saat Membonceng Anak
- Pemkot Makassar dan PMM Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojol
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Ringkus 3 Warga Ka'nea Terkait Kasus Pengeroyokan
- Satresnarkoba Polres Jeneponto Ungkap Penyalahgunaan Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap, Diantaranya Oknum Kades
- Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Sambangi Pulau Terluar, Salurkan Sembako dan Genset
Seluruh pihak memberikan dukungan terhadap pembangunan pesantren yang diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam di kawasan pegunungan Gowa.
Dihadiri Pengurus Pusat Parmusi
Prosesi peletakan batu pertama juga akan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Parmusi, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH., M.Hum., didampingi Sekretaris Jenderal KH Tairman Elon, SH., MH., bersama sejumlah pengurus harian DPP Parmusi.
Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan, Abu Bakar Wasahua, berharap Pondok Pesantren Madani Parmusi mampu melahirkan generasi Islam yang unggul, berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
“Kami berharap Pondok Pesantren Madani Parmusi menjadi pusat pembinaan generasi Islam yang beriman, berakhlak, menghafal Al-Qur’an, menguasai bahasa Arab dan Inggris, serta menjadi kebanggaan masyarakat Gowa dan Indonesia,” ujar Abu Bakar.
Ia optimistis kehadiran pesantren tersebut tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam bagi masyarakat Tombolo Pao dan Kabupaten Gowa, tetapi juga mampu menarik santri dari berbagai daerah di Indonesia sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pengembangan peradaban Islam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
