Buruh Angkut di Makassar yang Viral Dipaksa Bawa Barang, Kini Buka Usaha

Buruh Angkut di Makassar yang Viral Dipaksa Bawa Barang, Kini Buka Usaha

Isak Pasabuan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kakek Mahmud seorang buruh angkut atau porter di pelabuhan Makassar yang sempat viral di media sosial dan mendapat banyak simpati warganet usai diperlakukan seorang ibu-ibu dengan tidak manusiawi, kini buka usaha.

Berkat donasi yang dikumpulkan Ayo Berbagi Makassar untuk kakek Mahmud berhasil mengubah nasibnya. Saat ini kakek yang berusia 70 tahun itu sedang merintis usaha konter pulsa di depan kontrakannya, Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Makassar.

Founder Ayo Berbagi Makassar, Hilda Handayani pada terkini.id menyatakan sejak video itu viral, pihaknya langsung  menyambangi kediaman kakek Mahmud sembari membuka donasi selama empat hari.

“Dengan total donasi terkumpul saat itu Rp10 juta lebih,” kata Hilda, Kamis 21 Oktober 2021.

Dari donasi yang terkumpul itu, Hilda dan kawan-kawannya yang tergabung dalam komunitas Ayo Berbagi Makassar memanfaatkan dana tersebut untuk keperluan kakek Mahmud, termasuk sebagai modal usahanya.

“Kami telah menyampaikan amanah dari para donatur yang baik hati dengan sebaik-baiknya. Kami memikirkan baik-baik apa saja yang harus diberikan untuk kakek Mahmud agar berguna bagi beliau dan keluarga,” sebutnya.

Hal pertama kata Hilda yang mereka lakukan adalah memeriksakan kesehatan kakek Mahmud. Mulai dari pemeriksaan kesehatan badan juga cek up mata.

“Kami bawa ke dokter mata dan cek up tubuh, pastikan tidak ada penyakitnya. Termasuk kita antar pergi vaksin Covid-19,” ujar Hilda.

Selanjutnya kata dia, kakek Mahmud dibawa pergi bersama cucunya untuk berbelanja kebutuhan dan perabot rumah, juga belanja sepeda sebagai alat transportasi kakek Mahmud.

“Kita bawa pergi belanja sama cucunya, kita belikan sepeda. Kakek dapat motor, tapi tidak bisa dipake karena penglihatannya sudah kurang jelas, jadi diganti sepeda,” tukasnya.

Sisa uang yang dipakai untuk belanja itulah yang kemudian dipakai sebagai modal usaha.

“Menantunya saya tanya, bagaimana kalau usaha pulsa? karena saya liat di sekitar rumahnya tidak ada penjual pulsa,” sebutnya.

Hilda mengatakan, selama mendampingi kakek Mahmud, ada yang sangat menyentuh hatinya, juga rekan-rekannya. Dimana kakak Mahmud dan keluarganya disebut cukup sederhana dan tidak memanfaatkan momen ini.

“Kakek yang tidak banyak maunya, misalnya diajak pergi makan yang enak-enak, paling dia minta dipinggir jalan saja seperti coto. Tidak memanfaatkan kesempatan, termasuk keluarganya, makanya kami juga senang bantu,” bebernya.

Kakek Mahmud juga disebut enggan meninggalkan pekerjaannya sebagai porter di Pelabuhan Makassar, meski Hilda telah menyarankan untuk istirahat, dan fokus pada usaha barunya.

Jadi porter di Pelabuhan Makassar kata hilda, sudah dijadikan sebagai tempat olahraga kakek Mahmud.

“Saya sarankan berhentimi, dia bilang tidak enak karena banyak pelanggannya yang sering telpon, juga katanya sakit badannya kalau tinggal di rumah. Jadi saya tanyami untuk tidak kayak dulu lagi sampai subuh bekerja,” cerita Hilda.

Sebelumnya beredar video dengan durasi 40 detik, terlihat salah seorang ibu-ibu yang mengenakan kerudung hitam memaksakan barang bawaannya untuk dibawa Mahmud. Sementara Mahmud sendiri terlihat sudah keberatan memikul dua buah tas dan satu koper.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.