Buya Fikri Salah Gerakan Shalat, Netizen: Kalau Kelompok Jokowi Pasti Diteriaki Penistaan Agama

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan aktivis Persaudaraan Alumni atau PA 212 Buya Fikri Bareno salah dalam melakukan gerakan shalat saat berlangsungnya demonstrasi aksi bela azan, menuai sorotan publik.

Terkait video Buya Fikri salah melakukan gerakan shalat itu, salah seorang netizen pun melontarkan sindiran keras kepada pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Adapun warganet yang menyindir keras Buya Fikri tersebut yakni pengguna Twitter _Lin_Apr1lia. Lewat kicauannya, Minggu 6 Maret 2022, netizen itu menyebut Fikri Bareno telah mempertontonkan kebodohan sendirinya terkait klarifikasinya.

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

Pasalnya, kata sang netizen, Buya Fikri dalam klarifikasinya mengaku salah gerakan shalat lantaran kesulitan mendengar suara imam. Padahal, ada seorang pria di sampingnya yang melafalkan ucapan imam dengan memakai toa.

“Buya Fikri mengaku kesulitan mendengar suara imam” Mempertontonkan kebodohannya. Padahal yang lafad’in pake toa disampingnya,” cuit netizen _Lin_Apr1lia.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Ia pun lantas menyebut, apabila yang melakukan kesalahan gerakan shalat itu adalah kelompok Jokowi maka sudah pasti bakal diteriaki penistaan agama.

“Ini kalo Jokowi / kelompok lain yang lakukan udah treak penistaan agama & demo berjilid.. Berhubung alumni monaslimin, Cukup Minta Maaf urusan kelar,” tuturnya.

Diketahui, video yang memperlihatkan salah seorang jamaah massa aksi bela azan PA 212 yakni Buya Fikri salah melakukan gerakan shalat di mana dirinya rukuk sebanyak dua kali dalam satu i’tidal viral di media sosial.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Fikri pun dalam klarifikasinya kepada Satu Indonesia News Network (SNN), meminta maaf ke seluruh umat Islam lantaran telah salah melakukan gerakan shalat.

Lewat klarifikasinya itu, ia mengaku kesulitan mendengar suara imam lantaran berada di atas mobil komando demonstran yang kemudian menimbulkan kesalahan pada shalatnya.

“Saya mencoba memperbaiki kesalahan itu, sehingga tampak saya melakukan ruku dua kali. Namun pada akhirnya saya membatalkan sholat saya karena meyakini shalat tadi tidak sempurna dan memang memenuhi syarat untuk dibatalkan. Saya kemudian melakukan shalat ulang di masjid, usai aksi,” ujar Buya Fikri.

Lantaran telah salah dalam melakukan gerakan shalat itu, Buya Fikri pun meminta maaf ke seluruh umat Islam dan memohon ampun kepada Allah SWT.

“Kepada Allah saya mohon ampunan, kepada umat saya mohon maaf, karena menimbulkan perdebatan,” ujarnya.

Bagikan