Terkini.id, Jakarta – Madani Ali Sera, anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali angkat suara soal kehadiran buzzer. Dalam pernyataannya, ia menyinggung terkait komitmen Jokowi untuk berdiri di atas semua golongan dan memperingatkan bahwa pemimpin yang memelihara buzzer adalah pemimpin yang patut dipertanyakan.
Dalam sebuah cuitannya, Mardani Ali Sera menyampaikan terlebih dahulu bahwa fenomena buzzer merupakan hal yang buruk bagi kehidupan sosial dan politik Indonesia.
“Fenomena buzzer buruk bagi kehidupan sosial politik Indonesia,” tulisnya melalui akun twitter @MardaniAliSera pada Kamis, 18 Februari 2021.
Hal ini karena, menurut Mardani Ali Sera, kehadiran buzzer membuat kebenaran menjadi tidak berimbang akibat serangan para buzzer yang mencemari ruang publik dengan konten negatif.
“Karena kebenaran ditentukan sepihak oleh pola menyerang lawan tanpa dialog dan musyawarah. Buzzer mencemari ruang publik dengan sampah dan konten negatif,” tulisnya.
- Mahasiswi FT Unhas Ditemukan Meninggal, Sempat Kirim Voice Note ke Teman
- Ratusan Pecinta Honda Scoopy Ramaikan Scoopy Night Culture Asmo Sulsel di Makassar
- Wujudkan Birokrasi Pelayanan Lebih Baik, Bupati Jeneponto Lantik 198 Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Urban Billiard Tournament 2026 Resmi Bergulir, Hari Pertama Dipadati Peserta dan Penonton
Mardani Ali Sera lalu menyinggung bahwa pemerintah perlu berdiri di atas golongan, bukan hanya berdiri di atas pendukungnya.
“Mestinya pemerintah perlu berdiri di atas semua golongan. Boleh saja pak @jokowi mengapresiasi pendukungnya, tapi setelah itu diingatkan kemenangan politik jadi dasar pelayanan bagi semua elemen bangsa. Bukan hanya kelompoknya sendiri,” jelasnya.
Mardani Ali Sera juga mengatakan bahwa buzzer tidak memerlukan aturan khusus.
Menurutnya, buzzer akan hilang sendirinya jika etika kepemimpinan dan penegakan hukum yang adil ditegakkan.
“Tidak perlu aturan khusus sebenarnya untuk buzzer ini. Tapi cukup tegakkan etika kepemimpinan dan penegakan hukum yang adil, maka buzzer akan hilang dengan sendirinya,” tulisnya.
Politisi PKS itu lalu menambahkan sebuah perumpamaan bahwa buzzer itu ibaratnya lalat yang akan ada ketika ada bangkai.
“Buzzer itu laksana lalat, ketika ada bangkai ada lalat,” ungkapnya.
Ia lalu mengaitkan istilah itu bahwa pemimpin yang memelihara buzzer patut untuk dipertanyakan.
“Makanya pemimpin yang memelihara buzzer patut dipertanyakan,” tegasnya.
Untuk diketahui, pembicaraan publik belakangan ini memang dipenuhi dengan isu terkait buzzer yang dianggap mengancam kebebasan berpendapat untuk mengkritik pemerintah.
Isu mengenai hadirnya buzzer pemerintah atau buzzerRp pun merebak, namun istana menyangkal bahwa pemerintah memiliki buzzer yang digaji khusus untuk menyerang lawan politik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
