Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PKB, Cak Imin menanggapi serangan hacker Bjorka yang baru saja membocorkan data pribadinya. Usai diserang, ia pun menyinggung soal pertahanan nasional Indonesia.
Setelah diserang Bjorka, Cak Imin pun memutuskan untuk sementara waktu tak lagi menggunakan WhatsApp (WA).
Pasalnya, Bjorka menyerang data Cak Imin lewat WA pribadinya tersebut. Ia pun menilai aksi Bjorka itu sangat mengerikan dan berbahaya.
“Iya saya juga heran. Ini mengerikan karena WA saya mulai jam 09.00 itu. WA saya itu ratusan WA masuk, berbagai macam itu karena bocor. Di situ bahayanya,” ujar Cak Imin, seperti dikutip dari detikcom, Selasa 13 September 2022.
“Karena it saya mengundurkan diri dari WA hari ini, karena WA saya bocor dengan macam-macam isinya,” tambahnya.
- IAS Ikut Pembekalan Bakal Calon Gubernur Sulsel di PKB, Terima Arahan Cak Imin
- Bertemu Cak Imin, Andi Kartini Ottong: Langkah Membangun Koalisi Partai Golkar dan PKB
- Cak Imin Beberkan Tiga Syarat untuk Mendapatkan Rekomendasi Usungan PKB di Pilkada 2024
- Didatangi Prabowo, Cak Imin Ngaku Ingin Bekerja Sama, Sinyal Gabung Pemerintah?
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
Seperti diketahui, hacker Bjorka membocorkan data pribadi Cak Imin antara lain, nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat rumah, hingga data vaksinasi.
Aksi itu dilakukan Bjorka lantaran menilai Cak Imin memanfaatkan hacker tersebut untuk kepentingan kampanye Pilpres 2024.
“Ya, Anda cari perhatian dengan memanfaatkan nama saya untuk kampanye Anda. Sekarang waktunya untuk mengecek notifikasi Anda,” ujar Bjorka.
Terkait pesan Bjorka itu, Cak Imin pun membantah telah memanfaatkan sang peretas itu untuk kampanye dirinya. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait hal itu.
“Saya nggak tahu, itu bukan saya, saya tidak tahu sama sekali itu. Jangan-jangan, orang yang mau menjelekkan saya juga,” ucapnya.
Usai mendapat serangan dari Bjorka, Cak Imin pun menilai pertahanan nasional Indonesia saat ini sudah diganggu hacker.
Oleh karenanya, Cak Imin meminta kepada Kominfo, Kemenko Polhukam dan aparat kepolisian bekerja sama mengatasi serangan kebocoran data dari hacker.
“Ini darurat ya. Sebagai orang yang menjadi korban ini berarti pertahanan nasional kita terganggu. Saya kira pemerintah apakah Kominfo atau Menko Polhukam atau kepolisian harus bahu-membahu. Ini perang ini! Pasukan harus disiapkan. Tempur ini, jangan leha-leha. Rakyat kita terganggu,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
