Calon Presiden Prancis Berjanji Akan Melarang Wanita Muslim Menggunakan Hijab

Terkini.id, Jakarta – Marine Le Pen selaku Calon Presiden (Capres) Prancis dari penganut ekstrem kanan melakukan kampanye pemilu presiden dengan misi akan membuat pelarangan pemakaian hijab bagi penganut agama Islam.

Ia membeberkan agenda perjanjiannya tersebut dalam kampanye putaran kedua pemilu Prancis yang akan diadakan pada Minggu 24 April 2022 mendatang.

Menurut Capres Presiden Prancis tersebut hijab sama saja dengan seragam kelompok Islam radikal. Bagi warga negara Prancis yang memakai alat penutup kepala hijab di tempat umum maka akan dikenakan sanksi berupa denda.

Baca Juga: Gara-Gara Tidak Boleh Pakai Hijab, Karyawati Perusahaan di Sukabumi Mogok...

Wali Kota Perpignan Louis Aliot yang merupakan sekutu dekat Le Pen menilai keputusan pelarangan hijab akan diberlakukan secara sedikit demi sedikit.

“Namun, penerapannya perlu dilakukan secara bertahap,” kata Aliot dikutip dari CNN Indonesia, bersumber dari Reuters, Rabu 20 April 2022.

Baca Juga: Ini Dia Tanggapan Rektor ITK Budi Santosa Soal Kasus Dugaan...

Saat ini Le Pen sedang bersaing dengan kandidat Capres Presiden lainnya yaitu Presiden Emmanuel Macron.

Di negara yang terkenal akan Menara Eiffelnya tersebut larangan hijab merupakan alat politik untuk melawan Islamisme di Prancis.

Le Pen merupakan anggota dari partai politik Rassemblement National (National Rally). Menurut Le Pen hijab bukanlah alat untuk menunjukkan seseorang memegang keyakinan terhadap suatu agama.

Baca Juga: Ini Dia Tanggapan Rektor ITK Budi Santosa Soal Kasus Dugaan...

Ia juga menyamakan orang yang memakai hijab dengan orang yang tidak memakai sabuk pengaman jika berkendara.

“Orang-orang (yang berhijab) akan dikenakan denda sama seperti tindakan ilegal tidak memakai sabuk pengaman saat berkendara. Menurut saya, kepolisian bisa menegakkan aturan ini,” ucap Le Pen dilansir dari CNN Indonesia, Rabu 20 April 2022.

Larangan memakai hijab ini menurut Le Pen akan diberlakukan diseluruh tempat umum dan kegiatan publik.

Sebagai informasi bahwa Le Penn akan kembali beradu dengan Emmanuel Macron dalam pemilu Prancis tahun ini.

Menurut suvei jajak pendapat diperkirakan bahwa Macron akan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu 2022 itu.

Jajak pendapat Ipsos untuk France Info dan surat kabar Le Parisien menunjukkan Macron masih berada di peringkat pertama dengan 56 persen, naik 0,5 persen dari hari sebelumnya dan 3 persen dari total suara di putaran pertama pemilu.

Bagikan