Catat Angka Tertinggi Sejak Pandemi, Kasus Harian Covid-19 di Prancis Melonjak 94.000!

Catat Angka Tertinggi Sejak Pandemi, Kasus Harian Covid-19 di Prancis Melonjak 94.000!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Paris – Catat angka tertinggi sejak pandemi, kasus harian Covid-19 di Prancis melonjak 94.000! Kasus harian virus corona alias Covid-19 di Prancis melonjak pada Jumat 24 Desember 2021. Otoritas pemerintah Negeri Menara Eiffel melaporkan ada penambahan 94.124 kasus dalam 24 jam.

Rekor penambahan kasus Covid-19 harian itu merupakan rekor tertinggi sejak kasus pertama muncul di Prancis.

Angka tersebut sendiri diprediksi akan naik lagi seiring munculnya varian Omicron yang lebih menular dibandingkan Delta.

Apalagi, hal itu diperparah lantaran datangnya musim libur Natal yang berpotensi memunculkan kerumunan.

Hingga saat ini, seperti dilansir dari AFP, Sabtu 26 Desember 2021, tercatat sekitar 16.173 orang masih dirawat di rumah sakit akibat dampak virus corona di Prancis, dan sebanyak 3.254 di antaranya masuk kategori perawatan darurat.

Seperti diketahui, sejak pandemi terjadi sudah ada 122.462 pasien yang telah meninggal karena virus ini.

Saat ini, sekitar 76,5 persen populasi telah menerima dua dosis vaksin dan hampir 21 juta orang di negara berpenduduk 67,4 juta telah menerima suntikan booster.

Sebelumnya, serupa yang terjadi di Prancis, otoritas pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan, Covid-19 varian baru Omicron kini telah mengalahkan varian Delta. Dengan menggeser komposisi jumlah penularan terbanyak yang disebabkan varian Delta selama ini, kini Omicron merajalela di Negeri Paman Sam.

Disebutkan, lebih dari 73 persen kasus baru infeksi Covid-19 di Amerika Serikat diakibatkan destruksi dari varian Omicron.

Dari Sabtu 18 Desember 2021 lalu, varian virus corona teranyar Omicron terlah menyumbang 73,2 persen kasus baru infeksi Covid-19 di Amerika, sementara varian Delta hanya 26,6 persen.

Angka tersebut berbeda jauh dibandingkan yang terjadi pada pekan sebelumnya hingga Sabtu 11 Desember 2021. Saat itu, varian Omicron diprediksi menjadi biang kerok atas 12,6 persen virus yang beredar, sementara Delta masih dominan di angka 87 persen.

Seperti dilansir dari CNNInternational, Selasa 21 Desember 2021, varian Omicron telah terdeteksi di setidaknya 47 negara bagian Amerika hingga Senin 20 Desember 2021.

Tidak hanya itu, wilayah Amerika juga harus berhadapan dengan infeksi varian Delta yang sempat menjadi biang kerok kasus Covid-19 dunia.

Mengutip Associated Press, varian Delta menjadi biang kerok kasus infeksi Covid-19 di negerinya Presiden Joe Biden tersebut. Hingga akhir November 2021, lebih dari 99,5 persen kasus Covid-19 di negara itu merupakan varian Delta.

Kepala Scripps Research Translational Institute, Dr Eric Topol mengungkapkan, kendati berbagai negara juga mengalami lonjakan kasus Covid-19 lantaran varian Omicron, Amerika Serikat sendiri mengalami lonjakan infeksi yang disebut ‘luar biasa di waktu yang cepat’.

Topol menyampaikan, masih belum jelas bahaya varian Omicron ketimbang varian lainnya. Menurutnya, ini adalah ketidakpastian yang sangat besar saat ini.

“Kita harus merujuk pada banyak rawat inap dan banyak penyakit parah dari Omicron (untuk mengetahui tingkat bahaya tadi),” imbuhnya.

Mengingat keberadaan varian Delta dan Omicron yang kini berdampingan, beberapa pakar kesehatan mendesak masyarakat Amerika untuk mendapatkan vaksinasi lengkap atau booster guna melindungi diri dari infeksi virus.

Beberapa kota di Amerika juga memutuskan memperketat perbatasan mereka. Beberapa wilayah itu di antaranya New York dan Washington.

Sebelumnya, Wali Kota Distrik Colombia Muriel Bowser mengumumkan perintah menggunakan masker dalam ruangan. Kebijakan ini berlaku 21 Desember 2021 hingga 31 Januari 2022.

Kebijakan diumumkan ketika kota-kota tersebut sempat mengalami rekor kenaikan kasus harian Covid-19 sejak awal pandemi di wilayah itu.

Sementara itu, di wilayah lain Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, kotanya tengah mengetes lebih banyak orang ketimbang sebelumnya guna mendeteksi penyebaran Covid-19.

Di samping itu, de Blasio menuturkan pihaknya juga  bekerja sama pemerintah federal dan sektor swasta untuk mendapatkan lebih banyak alat uji Covid-19.

“Otoritas juga tengah mengupayakan lebih banyak alat tes Covid-19 yang bisa dilakukan di rumah untuk memberikan alternatif lain pada masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, De Blasio juga turut menyinggung perayaan tahun baru di Times Square. Ia mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan perayaan tersebut mengingat penyebaran varian Omicron yang memprihatinkan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.