Catat! Kementerian PUPR Akan Anggarkan Rp2,72 Triliun Untuk Program BSPS Tahun 2023

Catat! Kementerian PUPR Akan Anggarkan Rp2,72 Triliun Untuk Program BSPS Tahun 2023

R
Syahrul Gunawan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,72 triliun untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2023 mendatang. 

Program BSPS yang dicanangkan Kementerian PUPR menjadi salah satu upaya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian perekonomian, dampak dari pandemi COVID-19. 

Seperti yang diketahui pandemi COVID-19 yang melanda dunia tak terkecuali Indonesia sejak awal tahun 2020 hingga sekarang ini masih berdampak pada perekonomian masyarakat. 

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus, Program BSPS merupakan dukungan dana dari pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk peningkatan kualitas rumah swadaya berasaskan kegotong-royongan.

Pemberian program BSPS 2023 nantinya akan dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT), sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga akan mendapatkan upah untuk menambah penghasilan. 

Baca Juga

“Melalui BSPS, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan mendapatkan bantuan untuk meningkatkan kualitas, sarana, prasarana, dan utilitas rumahnya. Selain itu, dengan skema PKT, masyarakat juga akan mendapatkan upah untuk menambah penghasilan.” dikutip dari twitter resmi Kementerian PUPR @kemenPU, Jum’at 18 November 2022.

Lebih lanjut, program ini nantinya juga akan menyerap 206.000 tenaga kerja dengan anggaran mencapai Rp2,72 triliun. 

“Pada tahun 2023 mendatang, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp2,72 triliun untuk program BSPS bagi 103.000 unit rumah. Program ini ditargetkan akan menyerap 206.000 tenaga kerja.” jelasnya. 

Sedangkan pada program BSPS 2022, dilansir dalam situs pu.go.id, Kementerian PUPR menargetkan 379.797 tenaga kerja yang diserap dalam program PKT melalui BSPS, yang terdiri dari 372.344 tukang dan 7.453 tenaga pendamping masyarakat. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,016 triliun untuk 186.172 unit rumah. 

Program BSPS ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Dana Program BSPS tahun 2022 senilai Rp 20 juta diberikan pemerintah sebagai stimulan bagi masyarakat dapat digunakan untuk pembelian bahan bangunan senilai Rp 17,5 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.