Mengetahui bahwa ia rupanya tak salah dengar, Yahya Waloni kontan emosi sampai naik pitam.
“Saya banting-banting kau,” ujarnya jengkel seraya menatap sang jemaah dengan tajam.
“Kau mau coba sama saya?” tantangnya.
Tak lama kemudian, keluarlah puncak emosi yang sepertinya sudah sedari tadi ia tahan. Yahya Waloni akhirnya menggertak sang jemaah, mengancam akan memenggal kepala jemaah tersebut.
“Saya kasih mati nanti kau. Saya penggal kepalamu nanti!”
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Kontan kolom komentar video itu dibanjiri oleh para netizen yang merasa ikut gemas melihat tingkah laku Yahya Waloni yang dianggap tak pantas untuk ukuran seseorang yang menamai dirinya “ustaz”.
“Astofiruloh halajijn yaa Alloh .ustat macam apa ini. knpa msh d ikuti ustat kok omongan nya begitu ya benar kan tiap mahluk hidup bkalan mati klo jemaah omng bgitu kenapa marah haduuuh smoga d beri hidayah lah ni ustat .ustat kok macam itu .jauuuh s x dngan Sheh Abu jaaber santun bahsa nya lembut tutur kata nya sejuk lah yg mendengar kan tiap beliau ceramah,” tulis akun Sripurminingsih panjang lebar, membandingkan Yahya Waloni dengan almarhum Syekh Ali Jaber.
“Pk waloniii kalau ingin tau sakit apaa,,, niii sayakasi tauu.. sebabnya dalaman perut bapak dah rusak parah .. terutama hati bapak… bpk jngan pinjam agama tuk topeeeng ,,. Deeeh.. ceramah gak ada yng mengarah ke ajaran agama… melainkan hny mencaci yang tk sepatutya keluar dari mulutnya seorang ustat..mhn ingat jgn obrak abrik ilmu dn pemikiran masyrakat yng selama ini aman damai sesama bangsa…,” timpal akun Lali Omah.
“Harus ditangkap hukuman, harus hukuman matiii. Biar waloni bisa ngaji, kalo perlu kirim langsung ke Nusa Kambangan biar mulut waloni bisa sekolah di Nusa kambangan,” komentar akun Pudan Siahaan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
