Cerita Warga Asli Papua Bantu Sembunyikan Warga Pendatang saat Kerusuhan Wamena

Cerita Warga Asli Papua Bantu Sembunyikan Warga Pendatang saat Kerusuhan Wamena

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Di tengah kerusuhan Wamena, Papua, ada cerita-cerita menarik dari warga yang lolos dari kerusuhan.

Salah satunya diceritakan seorang dosen di Stisip Al Yapis Wamena, Errisa Dwisand melalui akun facebooknya.

Errisa mengungkapkan, jika bukan karena kebaikan warga Papua asli, dia bersama sejumlah rekannya bisa jadi ikut menjadi korban kerusuhan dan ikut tewas bersama puluhan korban lainnya.

Saat kerusuhan, 23 September 2019 lalu, dia menceritakan Orang Asli Papua (OAP) tersebut menyembunyikan Errisa dan sejumlah rekannya di bangunan seperti honai di belakang rumahnya.

Cerita Warga Asli Papua Bantu Sembunyikan Warga Pendatang saat Kerusuhan Wamena

Rumah warga Papua tersebut terletak di belakang kampus. Saat itu, kampusnya sudah dibakar oleh massa.

“Lokasinya itu tidak sampai tak sampai 200 meter (dari lokasi pembakaran rumah). Sudah terasa panasnya. Jika tempat (sembunyi) ini ketahuan, pasti dibakar. Saat mereka datang, mungkin akan dibinasakan entah di bacok parang, kapak, di aniaya atau dibakar hidup-hidup,” ceritanya.

Errisa bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri jika ketahuan oleh perusuh. “Daripada mati konyol terzalimi mereka jika ketahuan,” katanya.

Cerita Warga Asli Papua Bantu Sembunyikan Warga Pendatang saat Kerusuhan Wamena

Dia menceritakan, warga Papua Asli yang menyuruhnya bersembunyi tersebut membantu mengalihkan perhatian para perusuh ke tempat lain.

“Selama satu jam bapak Asli Papua itu datang membuka pintu honai dan berkata ‘ada aparat’. Sontak saya berlari sekencang-kencangnya keluar dari honai menuju keluar pagar dan berteriak melambaikan tangan ‘tolong pak’,” ceritanya melalui akun media sosial miliknya.

Anggota TNI pun menjawab dan memintanya berlari cepat sambil berpakaian senjata lengkap.

Errisa berlari sekuat tenaga terengah engah, menerobos pagar kawat, rawa, masuk selokan dengan berseragam rok panjang.

“Dengan kaki telanjang berlari menuju jalan besar untk dpt segera sampai di truck evakuasi. Mashaallah…. Saya masih hidup,” tulisnya.

Bantuan Orang Asli Papua

Dia juga menceritakan, banyak warga OAP yang justru menolong dan menyelamatkan pendatang.

Dia menceritakan, ada warta pendatang yang kios dan warungnya dibakar hingga di lantai 2. Dia pun melarikan diri dengan memanjat tangki air.

“Saat mereka mau melompat ke bawah ada beberapa OAP di bawah. Mereka berfikir akan dibantai. Ternyata tidak. Mereka (Orang Asli Papua) justru membantu para pendatang turun dari tangki air itu. Dan menjaga, menyelamatkan para pendatang itu,” ceritanya.

“Bukankah terbayang indahnya perdamaian di atas perbedaan. Sadarlah wahai saudaraku. Lihat betapa indahnya perdamaian.

Di tanah lembah baliem masih ada malaikat berhati mulia. Tuhan maha adil. Semoga Tuhan membalasnya suatu saat nanti sobat,” katanya lagi

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.