Terkini.id, Jakarta – Influencer media sosial, Permadi Arya atau lebih populer dengan nama Abu Janda menjadi sorotan publik lantaran cuitannya yang kontroversial.
Bukan cuma itu, cuitannya di twitter membuatnya juga terancam berurusan dengan masalah hukum.
Dalam cuitannya, Abu Janda mengungkapkan ada Islam yang ‘arogan’ karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.
Cuitan itu lantas disorot berbagai pihak yang tak setuju dengan kata-kata Abu Janda soal ‘Islam arogan’. Bahkan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) juga mulai mempertanyakan klaim Abu Janda sebagai kader badan otonom NU.
Bukan cuma itu, cuitan Abu Janda lantas dipolisikan Medya Rischa, Jumat 29 Januari 2021 kemarin. Laporan Medya diterima dengan nomor: LP/B/0056/I/2021/BARESKRIM.
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
- Korban Terseret Arus Sungai Rongkong di Luwu Utara Ditemukan Meninggal Dunia
- Pimpinan Baru FK Unhas Periode 2026--2030 Resmi Terima Amanah
- TKN Pembina Kabupaten Jeneponto Gelar Pentas Seni dan Pelepasan, Siapkan Langkah ke Jenjang Sekolah Dasar
- Wali Kota Makassar Sambut Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Tawarkan Penanaman Pohon Bersama BPS
Melihat situasi yang terus memanas, Abu Janda kemudian membuat video klarifikasi terkait cuitannya. Video yang diunggah di Twitter itu ditujukan kepada para kiai, gus, ustaz, dan warga NU.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya bikin video ini buat kiai-kiai, buat gus-gus, buat ustaz-ustaz, dan semua warga NU yang saya cintai.
Nama saya Permadi Arya alias Abu Janda saya warga NU kultural, juga kader organisasi banom NU. Izinkan saya, yai, gus, ustaz, untuk menjelaskan kesalahpahaman tulisan saya di Twitter,” katanya dalam video yang dikutip, Sabtu 30 Januari 2021.
Menurut Abu Janda, komentarnya di media sosial telah dipotong dan sengaja diviralkan. Menurutnya, cuitan itu bukan pernyataan yang berdiri sendiri, tapi membalas tweet Ustaz Tengku Zulkarnaen.
“Itu adalah cuitan jawaban saya kepada ustaz Tengku Zulkarnaen, yang sedang provokasi SARA mengatakan, minoritas di Indonesia itu arogan ke mayoritas,” kata Abu Janda sambil menunjukkan tangkapan layar cuitan yang dimaksud.
Selain itu, kata Abu Janda, sebagai seorang muslim, cuitannya itu merupakan otokritik terhadap kondisi internal Islam saat ini. Abu Janda mengatakan, Islam yang dimaksud adalah Islam Transnasional, seperti wahabi dan salafi yang berasal dari Arab Saudi dan arogan terhadap budaya lokal, bukan Islam Nusantara seperti NU dan Muhammadiyah.
“Yang saya maksud adalah Islam pendatang dari Arab yaitu Islam Transnasional, seperti Salafi wahabi, bukan generalisasi semua Islam,” katanya.
Di akhir video berdurasi sekitar 2 menit itu, Abu Janda meminta maaf jika ada kesalahpahaman atas cuitannya.
“Segitu saja, video singkat dari saya ini semoga bisa menjelaskan, mohon maaf jika ada kesalahpahaman, maklum jempol menulis saat debat panas, jadi keluarnya suka tidak sinkron. Sekali lagi saya mau ucapkan matursuwun kiai, gus, taz, mohon arahannya terus,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
