Masuk

Dampingi Inkubasi Usaha Pesantren, LPPM Kalla Institut Gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis

Komentar

Terkini.id, Makassar – Pondok pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai percontohan pergerakan ekonomi berkelanjutan yang diharapkan dapat berdampak langsung terhadap masyarakat.

Untuk itu, Yayasan Hadji Kalla memberikan bantuan dana dampingan Inkubasi Bisnis Program Pesantren Mandiri tahun 2022 kepada lima pesantren yang tersebar di Sulawesi Selatan. Pesantren tersebut diantaranya adalah PPTQ An Nail dan Pesantren Putri Yatama Mandiri Kab. Gowa, PPTQ Baytul Mukarromah Kab. Bone, Ponpes Al Irsyad DDI Pattojo Kab. Soppeng, dan Ponpes Al Wahid Kab, Sidrap. 

Didampingi oleh Kabid Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Prov. Sulawesi Selatan, pemberian bantuan dana senilai 50 juta per pesantren diserahkan secara simbolis oleh Direktur Yayasan Hadji Kalla pada penutupan pelatihan bisnis di Hotel Continent Centerpoint, Sabtu (27/8). 

Baca Juga: Banyak Wanita Rentan Stres karena Multitasking, Ini Tips dari Disa Nofianty

Direktur Yayasan Hadji Kalla, Muh. Zuhair dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini adalah wujud komitmen penuh lembaga sebagai pengelola CSR dan ZIS Kalla Group guna mendukung pengembangan Keislaman, mutu pendidikan,  kesejahteraan, kesehatan, lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami turut mendukung program pemerintah dalam memberdayakan masyarakat pesantren, pemberian bantuan untuk usaha produktif tentu diharapkan menciptakan kemandirian santri, alumni dan masyarakat di sekitarnya”. Ungkap Zuhair

Untuk mensukseskan program inkubasi ini, Yayasan Hadji Kalla berkolaborasi LPPM Institut Teknologi dan Bisnis Kalla menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara langsung dengan mentor dosen dari kampus bisnis tersebut. 

Baca Juga: Tim KALLA Raih Medali Emas Dalam Ajang TKMPN 2022

Pelatihan selama 1 hari diikuti kurang lebih 10 peserta. Dalam kesempatan tersebut, pemateri mengupas tuntas bagaimana proses bisnis dijalankan mulai dari perencanaan hingga menjaga agar bisnis tetap berkelanjutan. Kelima pesantren ini akan mengelola usaha minimarket, usaha air minum, penjahitan/konveksi hingga usaha paving block dari limbah plastic di lingkungannya.

Andi Tenri Pada, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB Kalla menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi dari Yayasan Hadji Kalla dalam penyelenggaraan kegiatan ini. 

“Kami berharap melalui edukasi pelatihan dan pendampingan yang tepat, secara internal maupun eksternal akan terbangun ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri dan berdaya. Kalla Institut  berkomitmen untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan SDM yang tangguh dan solutif terhadap persoalan masyarakat utamanya di bidang ekonomi”. Ungkap Tenri, 

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat, LPPM Kalla Institut menyiapkan dosen pendamping selama kurang lebih tiga bulan yang berlangsung hingga November mendatang.