Masuk

Lah Kok? Dana Haji Kurang Rp 1 Triliun Lebih, Menag Yaqut: Tenda Kemahalan ….

Komentar

Terkini.id, JakartaMenteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajukan anggaran tambahan untuk dana haji sebesar Rp. 1,5 triliun rupiah.

Tentu saja hal tersebut membuat Komisi VIII DPR RI terkejut, lantaran keberangkatan jama’ah haji kurang lebih tinggal 4 hari lagi.

Pengajuan penambahan anggaran dana haji itu disampaikan Menag Yaqut di hadapan anggota DPR RI, dirinya kemudian menjelaskan alasan yang mengharuskan tambahan dana haji.

Baca Juga: Beberkan Menteri Kesayangan Jokowi, Gus Yaqut: Minimal Jadi Wapres

Dalam rapat, Gus Yaqut menjelaskan komponen terbesar yang membuat Kemenag mengajukan dana haji tambahan, yaitu untuk biaya masyair sebesar Rp 1,4 triliun.

Masyair adalah layanan saat puncak ibadah haji yang dimulai pada 9 Juli di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurut Gus Yaqut, biaya itu adalah biaya tambahan dari Arab Saudi sebagai penyelenggara ibadah haji kepada semua negara yang mengirimkan jemaah.

“Biaya masyiar ini biaya prosesi ibadah haji di Arafah, Mina, Muzdalifah kurang lebih 4 hari. Kalau dirupiahkan ini Rp 20 juta (per jemaah),” ucap Gus Yaqut di Gedung DPR, Jakarta, dikutip dari Kumparan, pada Senin, 30 Mei 2022.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Perintahkan Menteri Agama dan Menteri Sosial Cegah Kekerasan Seksual di Panti Asuhan

Biaya tambahan itu ditetapkan dalam sistem paket yang tidak bisa dinegosiasikan. Di antara rinciannya, pemerintah Saudi menetapkan ada biaya untuk tenda, padahal tenda termasuk yang sudah dibayar.

Kemudian biaya untuk akomodasi, lalu ada biaya pembimbing dari Saudi, padahal Indonesia sudah punya sendiri pembimbing haji.

“Untuk di tenda memang kemahalan dalam logika kita. Kenapa kita harus bayar hotel, konsumsi dan sebagainya,” ujar Menag Yaqut melanjutkan.

“(Biaya masyair) Itu di luar kontrak-kontrak yang ditandatangani. Jadi kontrak hotel, akomodasi, konsumsi, dan seterusnya, terpisah dari masyair, tidak ada itu,” urainya.

Baca Juga: Menag Yaqut Copot Rektor UIN Sumut, Prof Syahrin dari Jabatannya

Gus Yaqut menyebut tidak hanya Indonesia, negara lain juga dikenakan biaya tambahan untuk masyair.

“Tidak ada perdebatan, hanya disampaikan kepada kita bahwa dengan negosiasi masyair kita hanya buang-buang waktu. Karena itu yang harus di bayarkan, bukan hanya jemaah dari Indonesia, tapi seluruh dunia harus bayar segitu,” tuturnya.

Selain masyair, komponen lain yang membuat dana haji kurang adalah Bandara Juanda Surabaya yang belum siap untuk memberangkatkan jemaah haji, sehingga jemaah harus diterbangkan dari Soekarno-Hatta. Soal itu Menag ajukan dana Rp 25 miliar.

Merespons pengajuan dana tambahan dari Menag, Komisi VIII sepakat akan menggelar rapat lanjutan lebih teknis untuk mengurai komponen dan menyiasati agar tidak menghambat pelaksanaan ibadah haji.