Terkini, Bone — Riuh langkah ribuan warga yang memadati Lapangan Merdeka Watampone pada Minggu pagi itu bukan sekadar perayaan Hari Jadi Bone ke-696.
Di antara semangat kebersamaan dan keringat jalan sehat, terselip sebuah kisah sederhana yang menjadi potret nyata kehadiran negara bagi rakyat kecil.
Di tengah keramaian itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memilih berjalan lebih dekat—menyapa, mendengar, dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat.
Bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan antara kebijakan dan kenyataan di lapangan.
Perhatiannya kemudian tertuju pada seorang pedagang kerupuk. Sosok sederhana yang berdiri di antara kerumunan, membawa cerita perjuangan yang tak banyak terdengar.
- Meriahkan HUT ke-81 RI, Disdikbud Jeneponto Gelar Lomba Antar Bidang, Dari Joget Balon Hingga Lari Sarung
- Dinkes Sulsel Jadi Pemateri Orientasi Kader Posyandu Tentang Implementasi Pencatatan dan Pelaporan di Jeneponto
- Breaking News: Husniah Talenrang Kembali Diperiksa di Polda Sulsel
- DPRD Gowa Soroti Pemberhentian Sementara Sekda dan 14 Kepala OPD
- Four Points by Sheraton Makassar Angkat Kuliner Sulawesi Lewat Loka Rasa 2026
Dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu per hari, ia harus menghidupi tujuh anak, sebuah beban yang bagi sebagian orang mungkin terasa mustahil.
Percakapan singkat itu menjadi titik balik
“Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” ujar Amran dengan nada tegas.
Tanpa seremoni panjang, bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta pun diberikan langsung. Sebuah angka yang mungkin sederhana dalam skala anggaran negara, tetapi menjadi harapan besar bagi satu keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha kecil.
Ekonomi Rakyat sebagai Fondasi
Bagi Amran, pelaku usaha mikro bukan sekadar bagian dari ekonomi, melainkan fondasi yang menopang kekuatan nasional.
Ia menegaskan bahwa pergerakan ekonomi tidak selalu dimulai dari pusat-pusat industri besar, tetapi justru dari denyut kecil di desa-desa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
