Dari Lahan Kosong Menuju Kebun Kota: Kolaborasi Kelurahan Maccini Parang Siapkan Urban Farming Naik Kelas

Dari Lahan Kosong Menuju Kebun Kota: Kolaborasi Kelurahan Maccini Parang Siapkan Urban Farming Naik Kelas

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini, MakassarUrban Farming “Sipakatau” di RW 004 Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, mulai memasuki babak baru. Setelah kembali melaksanakan panen kedua pada Selasa, 18 Agustus 2026, kawasan yang dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah kelurahan dan RW/RT serta Linmas yang berada di wilayah 004 Maccini Parang tersebut mulai diarahkan untuk tidak sekedar menjadi tempat bercocok tanam, tetapi berkembang sebagai ruang produktif, edukatif, inovatif, dan pemberdayaan masyarakat di tengah kawasan perkotaan.

Pengembangan Urban Farming Sipakatau menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dibangun Lurah Maccini Parang, Mahyuddin Basri, S.T., bersama Ketua RW/RT serta Linmas yang berada di lingkup RW 004.

Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai guna dan manfaat yang lebih besar.

Ketua RW bersama seluruh Ketua RT, dan Linmas yang berada di RW 004 berperan dalam mengkoordinasikan partisipasi masyarakat, sementara pemerintah kelurahan memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang dilakukan.

Pola kerja bersama tersebut membuat Urban Farming Sipakatau berkembang bukan sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh satu kelompok, tetapi menjadi bagian dari gerakan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Baca Juga

Panen kedua yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 menjadi salah satu bukti bahwa proses tersebut mulai memberikan hasil. Tanaman yang kembali dipanen menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikelola secara produktif apabila didukung oleh konsistensi dan kerja bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Maccini Parang Mahyuddin Basri, S.T., Ketua PKK Maccini Parang Ibu Rany Kusumawaty, S.KM., Sekretaris Kecamatan Makassar Dr. Ismawaty Nur, S.E., M.Sc., Ph.D., serta Anggota DPRD Kota Makassar Ir. H. Muchlis A. Misbah. Hadir pula Ketua RW/RT, Linmas dan masyarakat yang berada di wilayah Maccini Parang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali arah pengembangan Urban Farming Sipakatau. Bagi pengelola di tingkat RW dan RT, keberhasilan panen kedua bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan menjadi dasar untuk melakukan pengembangan yang lebih inovatif.

Salah satu rencana yang mulai dipersiapkan adalah pengembangan sistem hidroponik. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi inovasi baru untuk meningkatkan produktivitas kawasan sekaligus memberikan pengalaman kepada masyarakat mengenai teknologi pertanian yang lebih sesuai dengan karakter lingkungan perkotaan.

Pengembangan hidroponik juga membuka peluang agar Urban Farming Sipakatau dapat menjadi ruang belajar pertanian perkotaan. Masyarakat dapat mengenal teknik pembibitan, pengelolaan nutrisi tanaman, efisiensi penggunaan air, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan hasil produksi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.