Terkini, Makassar — Di tengah geliat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di Indonesia, Universitas Hasanuddin (Unhas) menorehkan langkah penting dengan meresmikan Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Unhas.
Fasilitas ini menjadi simbol harapan baru bagi penguatan riset klinis, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Peresmian CRU dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam kunjungan kerja yang berlangsung di kampus Unhas, Kamis (6/3).
Bagi dunia penelitian kesehatan, CRU bukan sekadar ruang laboratorium. Fasilitas ini merupakan pusat penelitian yang memungkinkan dilakukannya uji klinis obat, vaksin, maupun produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan beretika.
Di tempat inilah berbagai inovasi medis diuji sebelum akhirnya dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.
- Tallasa City Dipastikan Aman dan Kondusif Usai Insiden Kebakaran Lahan Kosong
- Polbangtan Gowa dan Yonif TP 920/Lasalaga Kolaborasi Bentuk Karakter 325 Camaba di MABIDAMA 2026
- Kesalahan Prosedur SK Bupati Gowa, Pembebastugasan Pejabat Tidak Dimulai dengan Pemeriksaan
- Stok BBM Bone Dipastikan Aman, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Alokasi 10-15 Persen
- Setelah Yordania, Film Solata Diputar di Festival Film Cekoslowakia
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kehadiran CRU menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan universitas. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai fakultas yang terlibat dalam penelitian kesehatan.
“Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas-fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Bagi Unhas, langkah ini juga merupakan upaya memperkuat posisi kampus sebagai pusat riset kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, para peneliti memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menilai peresmian CRU di Unhas sebagai momentum penting bagi pemerataan pengembangan riset klinis di Indonesia. Selama ini, fasilitas serupa masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
