Terkini, Makassar — Di tengah geliat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di Indonesia, Universitas Hasanuddin (Unhas) menorehkan langkah penting dengan meresmikan Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Unhas.
Fasilitas ini menjadi simbol harapan baru bagi penguatan riset klinis, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Peresmian CRU dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam kunjungan kerja yang berlangsung di kampus Unhas, Kamis (6/3).
Bagi dunia penelitian kesehatan, CRU bukan sekadar ruang laboratorium. Fasilitas ini merupakan pusat penelitian yang memungkinkan dilakukannya uji klinis obat, vaksin, maupun produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan beretika.
Di tempat inilah berbagai inovasi medis diuji sebelum akhirnya dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.
- Leadership 198 Gelar WOW Day di Makassar, 58 Anak Kampung Savana Diajak Berani Bermimpi
- Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
- Wakil Bupati Gowa Buka Gowata Road Race Championship, Hidupkan Kembali Semangat Otomotif Setelah 20 Tahun Vakum
- Doublehelix Indonesia Peringati Usia ke-17 dengan Evaluasi Kinerja dan Malam Apresiasi Karyawan
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kehadiran CRU menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan universitas. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai fakultas yang terlibat dalam penelitian kesehatan.
“Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas-fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Bagi Unhas, langkah ini juga merupakan upaya memperkuat posisi kampus sebagai pusat riset kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, para peneliti memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menilai peresmian CRU di Unhas sebagai momentum penting bagi pemerataan pengembangan riset klinis di Indonesia. Selama ini, fasilitas serupa masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
