Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja, Astra Motor School Siapkan Siswa SMK Menjawab Kebutuhan Industri

Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja, Astra Motor School Siapkan Siswa SMK Menjawab Kebutuhan Industri

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Pagi itu, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat siswa menerima pelajaran. Di hadapan mereka, materi tentang dunia kerja dipaparkan, sementara pengalaman praktik menjadi bagian penting dari proses belajar.

Para siswa mengenakan seragam khas Honda. Mereka mengikuti pembelajaran dengan suasana yang lebih dekat dengan lingkungan industri.

Bagi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), pengalaman semacam ini menjadi bekal untuk memahami bahwa keterampilan yang dipelajari di sekolah memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Gambaran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Astra Motor School, program kelas industri yang dikembangkan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama sekolah-sekolah binaannya.

Program ini dirancang untuk mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri, khususnya pada bidang sepeda motor.

Baca Juga

Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan memperkuat keterampilan melalui pengalaman praktik di jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

Bagi dunia pendidikan vokasi, pengalaman langsung di lingkungan industri menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan siswa.

Mereka diperkenalkan dengan standar kerja, keterampilan teknis, hingga suasana kerja yang nantinya dapat mereka temui setelah menyelesaikan pendidikan.

Belajar Tidak Berhenti di Ruang Kelas

Astra Motor School memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan praktik di sejumlah AHASS selama masa pendidikan.

Konsep tersebut membuat proses pembelajaran tidak sepenuhnya berlangsung di dalam kelas.

Pengalaman praktik menjadi ruang bagi siswa untuk menguji pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus memahami bagaimana standar industri diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Program tersebut juga dirancang dengan masa pengalaman magang selama satu tahun secara berkelanjutan.

Dengan pola itu, siswa memiliki kesempatan lebih panjang untuk mengenal dunia kerja dan membangun keterampilan teknis.

SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat, menjadi sekolah pertama yang terlibat dalam penerapan Astra Motor School. Kerja sama tersebut telah berjalan sejak 2025 atau sekitar satu tahun.

Pelaksanaan program dilakukan dengan menyelaraskan pembelajaran dan pengalaman praktik dengan kebutuhan industri.

Siswa pun memiliki ruang untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja di jaringan bengkel resmi Honda.

Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan penerapan program di SMKN 1 Rangas menunjukkan hasil positif. Salah satu indikator yang terlihat adalah penyerapan alumni ke jaringan bengkel resmi Honda.

“Program ini kami anggap berhasil dengan melihat tingginya angka siswa SMKN 1 Rangas yang terserap di jaringan bengkel resmi Honda. Jika dipresentasikan, angkanya menyentuh 60% dari jumlah alumni 2025 jurusan Teknik Sepeda Motor di sekolah tersebut,” ujar Anton.

Angka tersebut menjadi gambaran bagaimana keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan vokasi dapat berlanjut pada kesempatan memasuki dunia kerja.

Menjembatani Sekolah dan Industri

Bagi Asmo Sulsel, Astra Motor School tidak hanya berbicara mengenai pembelajaran teknis sepeda motor.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara sekolah dan industri.

Penyelarasan pembelajaran dengan standar industri diharapkan membuat kompetensi siswa semakin relevan dengan kebutuhan lapangan. Siswa juga dipersiapkan untuk memahami tuntutan pekerjaan sejak masih berada di bangku sekolah.

Selain meningkatkan kompetensi, program tersebut mendukung proses rekrutmen mekanik yang memiliki keterampilan sesuai standar industri.

Lulusan tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan sebagai teknisi. Dalam jangka panjang, keterampilan yang diperoleh juga dapat menjadi modal bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha bengkel.

Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak berhenti pada kelulusan. Ada proses lanjutan berupa pengalaman, keterampilan, dan pemahaman terhadap dunia kerja yang menjadi bagian dari perjalanan siswa menuju industri.

98 SMK Menjadi Sasaran Pengembangan

Upaya mempertemukan pendidikan dan industri tersebut tidak berhenti di SMKN 1 Rangas. Asmo Sulsel berencana terus mengembangkan Astra Motor School ke lebih banyak sekolah binaan.

Saat ini, Asmo Sulsel memiliki 98 SMK binaan yang tersebar di wilayah cakupannya, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.

Jumlah tersebut menjadi basis pengembangan program pendidikan vokasi yang lebih luas. Semakin banyak sekolah yang terlibat, semakin terbuka pula akses siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Region Head Asmo Sulsel, Jeffry Mei Gamastra, mengatakan pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Kami melihat pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui Astra Motor School, kami ingin membantu mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan ketika memasuki dunia kerja,” ungkap Jeffry.

Pernyataan tersebut menggambarkan arah program Astra Motor School yang menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pendidikan vokasi.

Sekolah memberikan dasar pengetahuan dan pembelajaran, sementara industri membuka ruang bagi siswa untuk mengenal praktik kerja secara lebih nyata.

Dari Seragam Sekolah Menuju Seragam Industri

Bagi para siswa TSM, pengalaman yang diperoleh melalui Astra Motor School menjadi bagian dari proses panjang menuju dunia kerja.

Ruang kelas menjadi tempat membangun dasar pengetahuan, sementara pengalaman praktik membantu mereka memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan.

Di tengah kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia dengan keterampilan yang relevan, pola pembelajaran semacam ini menjadi salah satu pendekatan untuk memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Astra Motor School pun diarahkan untuk terus berkembang. Dari satu sekolah yang menjadi tempat awal penerapan program, Asmo Sulsel menargetkan perluasan ke lebih banyak SMK binaan di wilayah operasionalnya.

Harapannya, semakin banyak siswa SMK yang tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa pengalaman praktik, keterampilan teknis, dan pemahaman mengenai standar kerja industri.

Pada akhirnya, perjalanan siswa dari ruang kelas menuju dunia kerja bukan hanya tentang seberapa banyak teori yang mereka kuasai.

Lebih dari itu, bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan menjadi keterampilan yang relevan dan memberi mereka bekal ketika memasuki industri.

Melalui Astra Motor School, Asmo Sulsel berupaya menjadikan jembatan antara sekolah dan industri itu semakin dekat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.