Data Masuk Situng KPU 70,8%, Prabowo Ketinggalan 13,5 Juta Suara

Terkini.id, Jakarta – Hingga pagi ini, Rabu 8 Mei 2019, data yang masuk di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU untuk Pilpres 2019 hingga pagi ini sudah 70,84%.

Untuk saat ini, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul sekitar 13,54 juta suara atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dikutip dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Rabu 8 Mei 2019, pukul 07.15 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 576.197 TPS atau sekitar 70,84 persen dari total 813.350 TPS.

Berikut ini hasil real count KPU berdasarkan data yang telah masuk:

01. Jokowi-Ma’ruf 61.084.114 suara (56,24%)
02. Prabowo-Sandiaga 47.443 suara (43,76%)

Dengan hasil real count sementara tersebut, maka selisih suara antara Jokowi dan Prabowo mencapai hingga 13.539.271 suara.

Hingga pukul 08.11 WIB, baru Provinsi Bengkulu proses rekapnya sudah mencapai 100%.

Di situs ini, KPU menjelaskan data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS.
Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

KPU juga menyampaikan bahwa, data yang ditampilkan bukan merupakan hasil final karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan.

Oleh karena itu, jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1, dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu 22 Mei 2019. KPU tetap akan menggunakan penghitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Berikut peta suara Capres di masing-masing provinsi di Indonesia:

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Pamor Danny Pomanto Dinilai Semakin Lemah

Terkini.id -- Pamor mantan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dinilai semakin lemah dan tidak lagi menjadi pemain dominan di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar