Debat Panas Rocky Gerung dan Rhenald Kasali, Mana yang Lebih Berbobot?

Terkini.id, Makassar – Tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One mengangkat tema tentang hoax pada Selasa malam 26 Maret 2019.

Menariknya, dua tokoh terlibat debat panas dalam tayangan tersebut, yakni antara Rocky Gerung dengan Prof Rhenald Kasali.

Debat panas pun terjadi antara Rocky Gerung dengan Rhenald Kasali dalam mendefinisikan makna Hoax, selain itu juga mencari asal usul hoax.

Debat ILC yang mengambil tema ‘Tepatkah Hoax Dibasmi UU Anti Terorisme’?

Rocky dan Rhenald, beradu argumen tentang asal usul hoax. Mana yang lebih bermutu? simak percakapannya:

Rocky: Saya ingin memberi keterangan dulu sebab ini bisa salah arah karena (Rhenald) sebut tadi hoax itu jahat, iblis.

Asal usul hoax itu pertama kali muncul ketika seorang ahli fisika Alan Sokal menulis sebuah artikel di majalah sosial text dengan nama samaran.

Lalu (tulisan itu) dipuji oleh redaktur tanpa tahu kalau (artikel) itu adalah bohong.

Jadi fungsi hoax Alan Sokal itu adalah untuk menguji redaktur dari majalah bergengsi apakah redaktur itu punya otak atau tidak. Ternyata tidak punya otak.

Rhenald: (membantah) Anda harus baca buku

Rocky: Lalu ketika anda (Rhenal Kasali) mengatakan hoax itu adalah kekuatan iblis, lalu yang menjanjikan Rp 50 juta untuk warga Lombok itu presiden atau iblis?

Rhenald: Anda harus baca buku, dengan cuma menggunakan referensi tunggal, akhirnya seperti ini (menunjuk Rocky).

Asal kata hoax itu adalah hokus, artinya mengelabui.

Rocky: Itu secara etimologi!

Rhenald: Itu diambil dari kejadian para tukang sulap untuk mengelabui orang.

Rocky: Mengelabui orang dungu!

Rhenald: Loh, hari ini bukan orang dungu saja yang dikelabui, tapi orang yang taat, yang beragama, orang pintar.

“Saya kira referensi Anda harus dikembangkan, kalau hanya satu referensi memang jadi bahaya,” ujar Rhenald Kasali.

Bahas Masalah Penindakan Hoax

Untuk diketahui, latar tema yang diangkat ILC bermula dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpo Polhukam) Wiranto.

Wiranto, meminta aparat penegak hukum menindak tegas penyebar hoaks.

Penyebar hoaks, menurut Wiranto, sama dengan pelaku terorisme karena sudah menimbulkan ketakutan, walau bukan teror secara fisik, melainkan non-fisik.

“Terorisme itu kan menimbulkan ketakutan di masyarakat,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu 20 Maret 2019.

Masyarakat yang diancam dengan hoaks untuk tidak menggunakan hak suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), menurut Wiranto, sudah bentuk ancaman terorisme.

Ia pun mewacanakan agar pelaku penyebar hoaks dijerat Undang-undang Terorisme.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN