Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengutarakan pendapatnya soal alasan mengapa Presiden Indonesia selalu dari Pulau Jawa.
Menurut Denny Siregar, alasan Presiden terpilih Indonesia selalu dari Jawa bukan lantaran faktor rasisme melainkan perhitungan demografis wilayah.
Hal itu disampaikan Denny Siregar lewat unggahannya di Twitter @Dennysiregar7, seperti dilihat Terkini.id pada Rabu 2 November 2022.
Awalnya, ia menyinggung soal polemik yang kerap diangkat publik menjelang Pilpres yakni soal presiden selalu berasal dari Pulau Jawa.
Polemik itu, kata Denny, dikecualikan untuk BJ Habibie yang menurutnya menjadi presiden usai sebelumnya menjabat Wapres lantaran menggantikan posisi Soeharto yang mundur.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Denny pun menyebut, masalah presiden berasal dari Jawa itu bukanlah karena alasan rasis, melainkan perhitungan demografis wilayah.
Menurutnya, siapapun sosok calon presiden yang meraih kemenangan suara di Pulau Jawa sudah pasti memenangkan Pilpres.
Sebab, kata Denny, secara demografis, jumlah penduduk di Pulau Jawa mencapai 145 juta penduduk.
Terkait hal itu, Denny Siregar mengutip pernyataan DN Aidit dimana tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) itu pernah berucap “Jawa adalah koentji”.
“Kalau masalah kenapa kok Presiden kita selalu dari Jawa – kecuali Habibie yg kekuasaannya diberikan Soeharto – itu bukan rasis, tapi perhitungan demografis. Menang di pulau Jawa dgn jumlah 145 juta penduduk berarti memenangkan pertarungan. Krn kata Aidit, “Jawa adalah koentji”,” tulis Denny Siregar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
