Masuk

Denny Siregar: Presiden Selalu dari Jawa Bukan Rasis, Tapi Perhitungan Demografis

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengutarakan pendapatnya soal alasan mengapa Presiden Indonesia selalu dari Pulau Jawa.

Menurut Denny Siregar, alasan Presiden terpilih Indonesia selalu dari Jawa bukan lantaran faktor rasisme melainkan perhitungan demografis wilayah.

Hal itu disampaikan Denny Siregar lewat unggahannya di Twitter @Dennysiregar7, seperti dilihat Terkini.id pada Rabu 2 November 2022.

Baca Juga: Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!

Awalnya, ia menyinggung soal polemik yang kerap diangkat publik menjelang Pilpres yakni soal presiden selalu berasal dari Pulau Jawa.

Polemik itu, kata Denny, dikecualikan untuk BJ Habibie yang menurutnya menjadi presiden usai sebelumnya menjabat Wapres lantaran menggantikan posisi Soeharto yang mundur.

Denny pun menyebut, masalah presiden berasal dari Jawa itu bukanlah karena alasan rasis, melainkan perhitungan demografis wilayah.

Baca Juga: Cuitan Denny Siregar Tuai Sorotan, Monica: Prediksi Gelandangan, Bangkrut Dia!

Menurutnya, siapapun sosok calon presiden yang meraih kemenangan suara di Pulau Jawa sudah pasti memenangkan Pilpres.

Sebab, kata Denny, secara demografis, jumlah penduduk di Pulau Jawa mencapai 145 juta penduduk.

Terkait hal itu, Denny Siregar mengutip pernyataan DN Aidit dimana tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) itu pernah berucap “Jawa adalah koentji”.

“Kalau masalah kenapa kok Presiden kita selalu dari Jawa – kecuali Habibie yg kekuasaannya diberikan Soeharto – itu bukan rasis, tapi perhitungan demografis. Menang di pulau Jawa dgn jumlah 145 juta penduduk berarti memenangkan pertarungan. Krn kata Aidit, “Jawa adalah koentji”,” tulis Denny Siregar.