Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melarang keras pendakwah Ustaz Yahya Waloni melakukan dakwah terkait Islam.
Lewat cuitannya di Twitter, Senin 15 Februari 2021, kader PDIP ini meminta agar MUI melarang keras Yahya Waloni berdakwah lantaran menurutnya pendakwah itu adalah iblis menyerupai manusia.
Hal itu disampaikan Dewi Tanjung lantaran ia menilai Ustaz Yahya kerap menebarkan ujaran kebencian dan permusuhan dalam ceramahnya.
“MUI Tolong Blokir Larang Keras Manusia yang Bernama YAYAH WALONI Berpraktek menjadi pendakwah/ Ustad Dia Iblis yang menyerupai Manusia menebarkan kebencian & permusuhan dalam setiap Perkataannya,” cuit Dewi Tanjung.
Menurutnya, apa yang diucapkan Yahya Waloni dalam isi ceramahnya telah mempermalukan dan merugikan agama Islam.
- Cetak Agen Perubahan, Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kiat Pengembangan Sapi Perah di Daerah Tropis
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
“Apa yang di lakukan sangat mempermalukan dan merugikan agama Islam yang Rahmatam Lill Al’amin,” ungkap Dewi Tanjung.
Diketahui, nama Pendakwah Ustadz Yahya Waloni belakangan ini menjadi sorotan publik usai mengaku sengaja menabrak anjing lantaran menilai hewan peliharaan itu najis.
Bahkan, Yahya Waloni mengaku saat menabrak anjing tersebut binatang itu sampai terpental hingga kakinya pincang.
Hal itu diungkapkan Ustaz Yahya Waloni lewat sebuah video ceramahnya yang tayang di Hadits TV pads Sabtu 13 Februari 2021.
Dalam ceramahnya tersebut, Yahya mengatakan anjing itu dia tabrak di sekitar wilayah perbatasan antara Riau dan Jambi, tepatnya di sebuah kecamatan bernama Kemuning.
Yahya Waloni menceritakan, saat berada di sepanjang jalan di wilayah tersebut dirinya melihat banyak sekali lapo. Di sana, ia juga melihat kehidupan agak berbeda.
Menurutnya, wilayah yang ia lalui tersebut agak eksentrik lantaran banyak lapo yang menawarkan berbagai makanan dan minuman tak halal.
Selain itu, kata Yahya, warga beragama Kristen dan Islam di kawasan itu saling berbaur.
“Si Islam pakai kopiahnya miring, orang apa itu? Islam atau Kristen. Yang satunya si kafir goyang-goyang gitar, lalu si muslim menyanyi, cocok itu,” cerita Ustaz Yahya Waloni.
Lantaran melihat pemandangan itulah, Yahya Waloni lantas mengungkapkan beberapa saat kemudian ia menghantam seekor anjing dan menabrak hewan itu sampai terpental dan pincang.
“Kutabrak juga seekor anjing. Enggak tahu punya siapa, lari pincang kakinya,” ujar pendakwah asal Manado ini.
Menurut Yahya Waloni, ia sengaja menabrak anjing tersebut karena menganggap binatang peliharaan itu najis.
“Kalau kambing masih saya rem. Tapi kulihat anjing, najis ya saya tabrak. Dulu saya tidak berani tabrak, kalau di Manado,” ungkapnya.
Mengutip Hops.id, Yahya Waloni kemudian bercerita soal adanya kejadian serupa di Manado. Ketika itu, pernah ada kejadian sebuah mobil menabrak anjing. Di mana anjing yang ditabrak merupakan anjing yang baru melahirkan.
Namun, lanjut Ustaz Yahya Waloni, oleh pemilik si penabrak diminta ganti rugi dengan menghitung tiap puting dari anjing yang ditabraknya.
“Ini benar, fakta ini. Ditanya, ‘Berapa saya bayar?’ Kebetulan anjing yang dia tabrak ini anjing baru beranak. Rupanya kalau ditabrak dihitung berapa butir payudara itu. Anjing kan dari atas ke bawah ini ada 15 butir barang kali, Rp15 juta dia bayar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
