Terkini.id, Makassar – Sejumlah parkir liar yang tersebar di Kota Makassar kerap bersinggungan dengan premanisme. Praktek tersebut sudah menjadi rahasia umum.
Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan Andi Hadi Ibrahim Baso meminta Perumda Parkir mengambil sikap tegas. Menurutnya, hal ini telah terpantau oleh Perumda Parkir sendiri.
“Entah apa masalahnya apakah takut karena ini hampir di mana-mana,” kata Andi Hadi, Jumat, 4 Maret 2022.
Selain itu, Andi Hadi menilai sumber daya manusia atau SDM dalam hal ini juru parkir banyak yang tak kompeten dengan tak memberlakukan SOP perparkiran di lapangan.
Ia menyoroti kompetensi juru parkir yang dipekerjakan oleh Perumda Parkir, banyak dari juru Parkir yang masih enggan memberikan karcis parkir yang semestinya menjadi tolak ukur pemasukan retribusi yang dipungut.
- Komisi B DPRD Makassar Sidak Toko Minol dan THM, Pastikan Izin dan Pajak Tertib
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Hasilnya, banyak tempat-tempat yang semestinya memiliki potensi parkir tinggi malah memberikan kontribusi yang minim, potensinya masuk ke kantong oknum.
“Potensi penghasilan di Kota Makassar kami menghitung-hitung itu sebenarnya besar sekali, cuma memang ini mafia-mafia banyak,” bebernya.
Menurutnya, fenomena semacam ini terjadi di banyak kota besar. Ia menduga penyebabnya adalah tak ada pengelolaan dengan baik. Makanya, legislator PKS ini meminta adanya ketegasan.
“Backing-backing itu juga tetap terjadi, mungkin area ini di-backing sama ini, sehingga ini sudah jadi tindak premanisme parkir,” tuturnya.
Tak sampai di situ, banyak juru parkir yang juga enggan mengenakan ID atau seragam sebagai penanda, membuatnya sulit dibedakan.
Padahal, hal ini merupakan SOP Standar dari Perumda Parkir dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.
“Juru parkir ini harusnya punya kredibilitas, kejujuran dan dia adalah orang yang tegas dalam menegakkan aturan yang berlaku, ini kan banyak, adami yang mintanya Rp20 ribu, ada yang Rp5000,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
