Terkini.id, Batam – Pandemi virus corona berdampak ke berbagai sektor, khususnya ekonomi. Tidak sedikit masyarakat yang penghasilannya menipis bahkan kehilangan pekerjaan karena efek corona.
Kebijakan physical distancing yang membuat banyak masyarakat berdiam di rumah, mengurangi interaksi bahkan bertransaksi dengan pedagang, membuat aktivitas ekonomi melambat.
Mencari pendapatan di tengan pandemi corona seperti ini pun begitu sulit.
Hal itu dialami seorang ayah di Batang bernama Ason Sopian. Ia adalah Bapak Ason Sopian, seorang kepala keluarga yang memiliki lima anak yang masih kecil-kecil.
Sulitnya mencari pemasukan saat pandemi corona membuat dia putar otak agar keluarganya tak kelaparan. Ia pun menjual ponsel miliknya agar mendapatkan beras.
- Kolaborasi Lintas Negara, Fakultas Vokasi Unhas Bahas Teknologi Akuakultur dan Ilmu Kelautan
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
Kisah miris ini diceritakan oleh Yuhendri Ajo Tanjuang, relawan yang aktif membantu orang-orang tidak mampu di tengah pandemi corona. Ia bercerita tentang kisahnya saat membantu seorang bapak di Batam. Ia membagikan kisahnya itu melalui akun Instagram-nya @yuhendri_ajo_tanjuang.
Ajo Tanjuang mendapatkan kabar dari salah seorang RW di daerah Kav. Kamboja. Ia menceritakan seorang bapak yang hendak menjual HP rusaknya hanya untuk membeli satu kilogram beras untuk anak dan istrinya dirumah yang belum makan. HP tersebut dihargai Rp 10.000 dan menawarkan kepada tetangganya satu persatu.
Ketika menjumpai Ason Sopian, Ajo Tanjuang menuturkan bahwa memang benar Bapak Ason Sopian berkeliling rumah untuk jual HP rusak miliknya karena bekal makan untuk sekeluarga sudah tidak ada lagi.
Ason Sopian sendiri sudah tidak bekerja lagi selama pandemi corona. Sedangkan istrinya yang bekerja di tempat produksi tempe hanya gajinya hanya 1 juta perbulan.
Itu tidak cukup untuk menghidupi keluarganya di rumah. Selain itu kelima anak Ason Sopian juga tidak bisa bersekolah.
“Anak anak pak Ason Sopian tidak seorangpun yang sekolah, lantaran tak ada biaya untuk menyekolahkan anak anaknya,” tulis Ajo Tanjuang pada postingan Instagramnya.
Lebih menyedihkan lagi saat tahu bahwa anak dari Bapak Ason Sopian ada yang menderita cacat mental, “Dan salah seorang anaknya umur 3th mengalami Cacat mental akibat lahir prematur,” lanjut Ajo Tanjuang.
Ajo Tanjuang yang bergabung dalam komunitas Batam Lawan Corona, yaitu komunitas yang aktif membantu orang-orang tidak mampu kemudian mendatangi Bapak Ason untuk memberikan bantuan dari Donatur agar bisa melewati kesulitannya di tengah pandemi corona.
“Kehidupan yang sangat miris menyayat hati nurani, Sampai mau menjual HP Rusak miliknya Seharga Rp 10.000 untuk 1kg beras,” tulis Ajo Tanjuang di akhir captionnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
