Terkini.id, Jakarta – Meski sebelumnya dicibir karena tidak menghadiri talkshow di Mata Najwa, Menteri Kesehatan RI Agus Terawan menjadi perhatian karena mendapat undangan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Surat undangan WHO untuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun beredar di media sosial. WHO mengundang Terawan untuk berbagi pengalaman program Intra-Action Review (IAR) dalam penanganan covid-19.
Dalam surat tersebut, tertulis WHO mengundang Menkes Terawan karena: “secara sukses melaksanakan IAR COVID-19 nasional dan menerapakan pelajaran kritis yang diidentifikasi selama IAR untuk peningkatan respons penyebaran COVID-19.”
Diundang WHO, Menkes Terawan akan Paparkan Strategi Pengendalian COVID-19 di Indonesia.
WHO menegaskan bahwa pihaknya menekankan kata “sukses” itu lebih spesifik merujuk ke program IAR yang diterapkan oleh Menkes. Program IAR bahkan bisa dilaksanakan secara online.
- Dealer Maluku Graha Motor Perkuat Silaturahmi dengan Komunitas Honda CRF di Ambon
- Komunitas Honda CBR Ambon City Rolling, Utamakan Keselamatan dan Semangat Cari Aman
- BPBD Jeneponto Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Dua Kecamatan
- Touring Merah Putih Asmo Sulsel Perkuat Sinergi Ekosistem Honda di Pinrang
- Soundrenaline 'Sana Sini di Makassar' Melanjutkan Perayaan Musik-Seni-Komunitas dari Jakarta
“Itu artinya mereka telah menyelesaikan IAR dan dapat menerapkan pelajaran-pelajaran yang dipelajari, tak hanya untuk merespons pandemi terkini, tetapi untuk memperkuat sistem-sistem mereka untuk bersiap lebih baik dalam darurat kesehatan di masa depan,” ujar jubir kantor pusat WHO di Jenewa dilansir dari Liputan6.com, Jumat 11 Juni 2020.
Selain Menteri Terawan, ada tiga menkes lain yang diundang dari Thailand, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Mereka akan berbicara pada Jumat 6 November 2020.
Ada Salah Tafsir dalam Undangan WHO?
Sebelumnya, beredar narasi terkait Menkes Terawan yang diundang karena keberhasilan menangani Covid-19. Belakangan, WHO menegaskan bahwa kesuksesan itu lebih spesifik kepada program IAR.
Awalnya, WHO tidak mau menjawab apakah benar bila surat undangan itu ditafsirkan sebagai pujian bahwa Menteri Terawan sukses mengatasi pandemi di Indonesia.
WHO akhirnya menjawab bahwa para menteri hanya diundang karena program IAR.
“Kami mengundang menteri-menteri dari negara-negara yang telah menyelesaikan IAR untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan review mereka,” ucap jubir WHO.
WHO menjelaskan bahwa IAR adalah proses review yang melibatkan pakar di bidang kesehatan masyarakat.
WHO berkata program ini bisa dilaksanakan secara online atau tatap muka, tetapi WHO mendorong agar memakai format online saja jika penularan di suatu negara masih tinggi.
“IAR akan mengidentifikasi area-area praktis untuk remediasi secepatnya dan improvement yang berkelanjutkan pada respons yang sedang dilakukan,” jelas WHO.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
