Terkini.id, Jakarta – Pemecatan dokter Terawan Agus Putranto yang merupakan mantan Menteri Kesehatan RI, oleh tim khusus Majelis Kehormatan Wtik Kedokteran (MKEK) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dalam Muktamar ke-31 PB IDI di Banda Aceh, Sabtu, 26 Maret 2022 lalu menuai kecaman dari berbagai pihak.
Sebuah video aksi protes anggota IDI terhadap Ketua IDI Muhammad Adib Khumaidi pun viral di media sosial.
Video berdurasi 26 detik tersebut viral usai dibagikan seorang netizen pengguna Twitter @OniMeniq74, seperti dilihat dari Twitter, Senin, 28 Maret 2022.
Dalam cuitan itu, netizen @OniMeniq74 mengungkap bahwa dokter Adib nampak hanya tersenyum-senyum ‘cengengesan’ menanggapi aksi protes yang dilayangkan kepadanya itu.
“Yang berjenglot panjang tuh cengengesan gak jelas!! Itu Ketua IDI? Serius nanya gw. Ini kan orang yang menjabat di MUI juga kan? Dan yang telah memecat dr. Terawan?,” tulis netizen @OniMeniq74, dikutip dari Twitter.

- Hari Dokter Nasional: Berbakti untuk Negeri Mengabdi untuk Rakyat
- Netizen Ungkap 'Status' Ketua IDI yang Pecat Terawan Agus Putranto: Ini Orang yang Menjabat di ...
- Heboh! Aksi Protes Pemecatan Dokter Terawan, Disebut Hanya Keputusan Sepihak Ketua IDI?
- Ketua IDI Sebut Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis Pandemi Covid 19, Benarkah?
- Pelaksanaan Vaksinasi, Ketua IDI Sebut Perlu Role Model dari Pimpinan dan Tokoh Publik
Selain itu, buntut pemecatan Terawan itu, IDI harus menghadapi urusan panjang.
Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ramai-ramai membela Terawan. Anggota dewan pun mengusulkan agar IDI dipanggil ke Senayan.
“Saya sudah usulkan agar Komisi IX memanggil IDI untuk dimintai pertanggungjawaban pemecatan tersebut,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago saat dihubungi, Minggu, 27 Maret 2022, dikutip dari detiknews.com.
Irma menilai keputusan IDI arogan. Ia juga menyoroti soal uji kompetensi bagi para dokter muda yang masih relatif sulit saat ini.
“NasDem justru melihat IDI selain arogan juga sangat eksklusif dan elitis,” tuturnya.
“Indonesia masih butuh sangat banyak dokter tapi coba lihat bagaimana sulitnya dokter-dokter muda yang ingin bekerja akibat sulitnya uji kompetensi. Kalau tidak salah ada 2.500 orang,” sambungnya.
Irma berpandangan IDI tak bisa menangani nasib para dokter muda tersebut dan justru berkeputusan memecat dr Terawan yang dia anggap sudah senior dan berpengalaman.
“Sudah nggak berguna bagi para dokter muda malah mau pecat dokter yang sudah berpengalaman dan mumpuni seperti dr Terawan,” ujarnya.
“Harusnya IDI mampu memperjuangkan hal-hal sepele seperti ini. Jangan dibiarkan dokter-dokter muda yang ingin mengabdi pada negara malah dibiarkan menganggur,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
