Dipolisikan Dugaan Penipuan, Lurah Duri Kepa Jakbar dan Bendahara Saling Menyalahkan

Dipolisikan Dugaan Penipuan, Lurah Duri Kepa Jakbar dan Bendahara Saling Menyalahkan

SW
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Setelah dilaporkan oleh seorang warga bernama Sandra Komala atas dugaan penipuan senilai Rp 264,5 juta. Lurah Duri Kepa Jakarta Barat (Jakbar) Marhali dan Bendara Kelurahan Duri Kepa saling menyalahkan.

Marhali mengatakan kurangnya uang tersebut diperuntukkan untuk menutupi honor RT yang belum terbayarkan yang diketahuinya saat mendapat aduan dari RT dan RW yang tak kunjung menerima honor. Lantas ia meminta kejelasan kepada bendahara kelurahan berinisial DA namun tak digubri.

“Saya mengetahui kasus setelah RT-RW saya teriak kok belum dibayarkan, Kalau RT-RW bulan September memang belum terbayarkan, September. Karena pas kami mau ajukan itu sudah nol pada saat itu. Saya kan manggil DA sekaligus mau konfirmasi masalah itu ke mana,” sambungnya.

Marhali juga menegaskan kelurahannya tak pernah meminjam uang kepada warga.

“Itu pinjaman pribadi yang mengatasnamakan kelurahan,” ujarnya.

Akibatnya. Lurah Marhali melanjutkan pihaknya dengan melayangkan surat panggilan kepada DA sebanyak dua kali untuk memberikan klarifikasi.

Sementara, Bendahara Kelurahan Duri Kepa, Jakbar, berinisial DA membantah pernyataan Lurah yang menyebut pinjaman ratusan juta ke warga digunakan untuk kepentingan pribadi.

DA mengatakan pinjaman itu atas perintah Lurah Duri Kepa, Marhali.

“Terkait pinjaman uang dari saudari Sandra atas nama Kelurahan, kalau atas nama pribadi tidak mungkin masuk rekening kelurahan. Dan itu semua dilaksanakan atas perintah lurah,” ujar DA.

Sedangkan Sandra merupakan warga yang melaporkan Lurah Marhali ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan duit Rp 264,5 juta. D pada Mei 2021 meminjam uang ke Sandra untuk menutupi honor RT yang belum dibayarkan.

“Yaa sebagai anak buah tidak mungkin melakukan pekerjaan tanpa perintah pimpinan dan jelas uangnya masuk rekening kantor dan sebagian ditransfer saudari Sandra ke RT langsung,” kata DA. Dikutip dari Detikcom. Kamis, 28 Oktober 2021.

Ia juga menuturkan belum bisa masuk kantor karena sedang sakit dan menjalani fisioterapi. Ia mengaku kerap dapat tekanan untuk pinjam uang.

“Kalaupun masuk kantor saya selalu ditekan dan diintimidasi untuk pinjam uang di bank untuk membayar honor RT dan utang-utang,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.