Terkini, Jakarta – Politisi Ferdinand Hutahaean kembali menyindir Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan. Sindiran tersebut ditulisnya dalam akun twitter @FerdinandHaean3. Dalam tweetnya Ferdinand menyebut Anis sangat dekat dengan kelompok radikal yang patut diwaspadai.
“Ini semakin membuktikan bahwa memang Anis Baswedan dekat dengan kelompok Radikal” tulis Ferdinand di akunnya pada Senin 29 November 2021.
Dalam tulisan tersebut Ferdinand juga melampirkan sebuah tautan berita dari detikcom terkait agenda rapat dan pertemuan Panitia Reuni 212 dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dilansir dari laman detikcom tersebut hari Senin, 29 November 2021 panitia reuni 212 saat ini masih berusaha untuk mendapatkan izin kegiatan dari pihak kepolisian yang salah satu syaratnya harus mendapatkan rekomendasi dari tim Gugus Tugas Covid-19.
Masih dari laman tersebut pihak panitia berusaha memenuhi persyaratan yang diberikan agar mendapatkan izin, namun jika masih belum diberikan, panitia terpaksa mengubah konsepnya menjadi aksi damai.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Dari twit ini muncul beragam respon dari warganet, salah satunya yang menganggap tuduhan radikal itu cuma asumsi belaka. Seperti yang ditulis oleh akun @Nuramin50028098.
“Radikal menurutmu, Fer. Korupsi dan ketidakadilan menurut mereka. Radikal juga cuma asumsimu, yang lebih Radikal di Papua kau juga tidak berceloteh. Rakyat yang pintar saat ini cuma bisa melihat, bahwa kau cm pura pura pintar.” twit warganet ini.

Sementara itu akun @riski1139 mengatakan apa yang dilakukan pejabat pemprov adalah hal yang wajar, karena sebagai pejabat tentunya harus melayani seluruh warganya tanpa terkecuali.
“bro tolong jelaskan dalam persepsi kata RADIKAL seperti apa sih. Bukannya sebagai pejabat negara itu harus melayani seluruh warga nya. Mau warga A-Z.” tulisnya membalas pernyataan Ferdinand.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.