Terkini.id, Jakarta – Polemik audisi badminton antara PB Djarum Kudus dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menjadi perbincangan hangat publik Tanah Air.
Sebelumnya, keputusan PB Djarum untuk menghentikan program audisi umum beasiswa bulu tangkis tersebut lantaran adanya desakan dari KPAI.
KPAI meminta Djarum untuk tidak menggunakan nama produknya untuk semua kegiatan audisi karena ada temuan kasus eksploitasi anak.
Langkah KPAI tersebut berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Atas polemik tersebut, berbagai pihak menyalahkan langkah yang dilakukan KPAI.

Tanggapan mantan Komisioner KPAI, Hadi Supeno
Menyikapi hal itu, mantan Komisioner KPAI Hadi Supeno menyayangkan sikap sejumlah pihak yang melemparkan kesalahan tersebut kepada KPAI.
“Di semua negara maju, rokok ditolak menjadi sponsor. Di Indonesia malah para pelaku olahraga yang mengejar. Ketika KPAI mengingatkan justru disalahkan, ini namanya bangsa keblinger,” kata Hadi seperti dilansir dari Detik, Senin, 9 September 2019.
“Langkah yang dilakukan KPAI saat ini sudah benar. Mestinya saat ini masyarakat mendukung langkah KPAI. Sebab KPAI sudah melakukan fungsi pengawasan atas dugaan eksploitasi anak,” lanjutnya.
Hadi juga menilai sikap yang dilakukan KPAI sudah sesuai dengan aturan. Dalam undang-undang disebutkan larangan melibatkan anak dalam kampanye rokok.
“Selain rokok, seperti halnya melarang anak dalam perjudian, narkoba, politik, perang dan sebagainya,” terangnya.
Kendati demikian, mantan Wakil Bupati Banjarnegara ini menyarankan agar kedua belah pihak dalam hal ini PB Djarum dan KPAI tetap melakukan penjaringan bibit tanpa embel-embel promosi.
“Misalnya, tidak ada jersey anak bertuliskan merek rokok,” ujar Hadi.
“Kalau PB Djarum sudah melakukan ini, berarti sudah ada jalan tengah. Artinya antara KPAI dan PB Djarum sudah tidak perlu bertemu. Yang penting ketentuan perlindungan anak sudah disuarakan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
