Diserang Isu Playboy Hingga Cuitan Bokep, Ini Reaksi Dirut TVRI Iman Brotoseno

Dirut TVRI Iman Brotoseno. (Foto: Facebook)

Terkini.id, Jakarta – Warganet di media sosial Twitter diramaikan dengan tagar #BoikotTVRI. Hal itu lantaran Dirut TVRI Iman Brotoseno saat ini diserang dengan isu miring mulai dari kontributor majalah Playboy hingga cuitan soal Bokep alias film porno yang menurutnya bisa menyatukan negeri.

Menanggapi hal itu, Iman Brotoseno dalam keterangan persnya seperti dikutip dari Kumparan, Jumat, 29 Mei 2020, mengklarifikasi soal tudingan tersebut.

Ia mengatakan, sebagai pekerja seni, sutradara film, penulis, hingga fotografer menurutnya memiliki cara pandang serta bersikap yang berbeda dengan sebagian orang.

“Dalam tahun 2006 –2008 saya sering menjadi kontributor foto dan artikel tentang penyelaman di berbagai majalah, termasuk salah satunya pernah dimuat hanya satu kali, di majalah Playboy Indonesia, edisi September 2006 dengan judul ‘Menyelam di Pulau Banda’. Tulisan ini fokus mengulas wisata bahari dan sama sekali tidak ada unsur pornografi,” kata Iman lewat siaran persnya kepada Media, Jumat, 29 Mei 2020.

“Majalah tersebut, sangat berbeda dengan versi di luar negeri. Banyak penulis juga mengisi majalah tersebut dan banyak tokoh nasional juga yang diwawancara di Playboy Indonesia. Tentunya hal ini tidak menghilangkan integritas penulis dan tokoh yang bersangkutan, karena substansinya tidak terkait pornografi,” lanjutnya.

Menarik untuk Anda:

Iman pun mengungkapkan sikap Dewan Pers merespons putusan MA yang memvonis Erwin Arnada (Pemred majalah Playboy Indonesia pada tahun 2010) menolak menyebut majalah Playboy melanggar pasal pornografi.

“Saat ini, Dewan Pers justru menilai putusan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi pers,” ujarnya.

Ia menegaskan, setelah dilantik menjadi Direktur Utama TVRI, Iman menyatakan, dalam era digital sekarang semua orang memiliki rekam jejak digital dan peristiwa masa lalu.

Iman: Setiap Orang Punya Rekam Jejak Masa Lalu

Iman mengaku bahwa sejak awal dirinya tak pernah berbohong kepada publik.

“Semua bisa dilihat dalam jejak digital dan tidak ada kasus pelanggaran hukum di masa lalu. Saat itu Netizen masih belum terpolarisasi dan belum terjadi perpecahan kubu aspirasi politik maupun ideologi seperti sekarang. Dalam percakapan itu yang juga melibatkan beberapa orang seperti pekerja seni termasuk saya, dapat saja menggunakan bahasa gurauan yang oleh pihak lain dapat dianggap sebagai hal serius,” kata Iman.

Menurutnya, setiap orang memiliki rekam jejak masa lalu, termasuk bagaimana berbicara di media sosial.

“Saat 14 tahun lalu, saya sebagai pekerja seni tidak menyangka bahwa, saya akan menduduki jabatan publik di TVRI. Saya bertanggung jawab atas apa yang sudah saya tulis di media sosial dan juga sikap saya sebagai warga negara. Bahwa di belakang hari ada yang mengungkap beberapa tulisan di jejaring sosial, setelah saya menjadi Direktur Utama LPP TVRI, terlepas dari adanya tujuan tertentu niatan sengaja membelokkan opini dan melakukan pembunuhan karakter-tentu merupakan fakta yang harus saya hadapi,” ujarnya.

Ia beranggapan setiap hal yang diungkap masyarakat dianggapnya sebagai kritik dan masukkan.

Iman berharap semakin lebih baik ketika menyandang amanah sebagai Dirut TVRI, termasuk tata cara perilaku dan narasi di ruang publik.

Selain itu, ia juga berjanji akan fokus bekerja sebaik mungkin untuk kepentingan bangsa dan negara.

Saat ini, kata Iman, dirinya juga sudah mulai menyelesaikan urusan internal yang sangat strategis yaitu menyelesaikan urusan tunjangan kinerja karyawan khususnya mengenai rapel tunkin (tunjangan kinerja) yang merupakan hak-hak karyawan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Petugas Kebersihan Kembalikan Uang Rp 500 Juta yang Ditemukan di KRL, Ini Penampakannya

Inovasi New Normal, Astra Motor Main Dealer Makassar Gelar Lomba Berhadiah Jutaan Rupiah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar