Dituding Edit Foto Kelewat Cantik Saat Pileg, Evi Apita Maya Digugat ke MK

Evi Apita
Caleg DPD asal NTB Evi Apita Maya digugat ke MK. (Foto: Merdeka)

Terkini.id, Jakarta – Calon anggota DPD RI Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya kini tengah berada di Jakarta beserta kuasa hukumnya untuk menjalani sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perkara Perselisihan Hasil Perolehan Suara (PHPU) Pemilu.

Evi sebelumnya digugat oleh pemohon Prof Dr Farouk Muhammad yang menjadi pesaingnya dalam kontestasi politik pada 17 April 2019 lalu.

Dalam tudingannya, Farouk menyebutkan bahwa Evi selaku pihak terkait telah diduga mengedit foto berlebihan pada saat pendaftaran calon DPD Republik Indonesia.

Menanggapi tudingan tersebut, Evi menganggap setiap pemilih punya alasan masing-masing dalam menentukan pilihan.

“Saya pikir respons saya sama lah dengan orang yang berpikir jernih. Batasan apa yang menyatakan bahwa foto saya itu yang mempengaruhi?” kata Evi, dikutip dari Detik, Senin, 15 Juli 2019.

“Wajar saja setiap orang itu punya hak masing-masing lah dia memilih berdasarkan apa,” imbuhnya.

Ia menilai MK bukan ranah untuk memperkarakan editan foto itu. Dia memastikan bahwa proses pencalonannya sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

“Itu kan bukan ranahnya. Kalau memang dia keberatan, kenapa tidak di awal? Kenapa tidak saat pendaftaran? Dan itu juga kan diumumkan. Saya melakukan mekanisme yang sudah ditetapkan di KPU. Waktu saya menang baru dipermasalahkan,” ujarnya.

Evi Apita Maya
Foto editan dan foto asli Evi Apita Maya. (Foto: Kompas)

Evi yakin tetap melenggang ke Senayan

Evi juga yakin akan tetap melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD dengan meraih suara terbanyak di NTB. Gugatan ke MK itu, menurut Evi, tidak akan mengubah perolehan suaranya sebagai pemenang di NTB.

“Ya nggak (mempengaruhi perolehan suara) lah,” kata dia.

Dietahui, Farouk menggugat keputusan KPU yang memenangkan Evi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, kemenangan Evi karena pengaruh foto baliho dan foto di kertas suara yang telah diedit ‘kelewat cantik’ sehingga pemilih terkecoh.

“Dalam pelanggaran administrasi ini dilakukan satu tindakan berlaku tidak jujur bahwa calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pasfoto di luar batas kewajaran. Ini akan dibuktikan dengan keterangan ahli, Yang Mulia,” kata kuasa hukum Farouk, Happy Hayati Helmi, seperti dikutip dari risalah sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Senin, 15 Juli 2019.

Dalam gugatan Farouk, kuasa hukumnya meminta MK mencoret kemenangan Evi serta Lalu Suhaimi sehingga Farouk masuk 4 besar dan bisa kembali duduk di Senayan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menteri Pertahanan

Terkini.id, Jakarta - Pertanyaan tentang mantan Rival Jokowi, yakni Prabowo Subianto bakal menjadi menteri pertahanan di kabinet kerja jilid II terjawab sudah.Prabowo yang merupakan