Dokter Spesialis: Aku Pulang, Selamat Tinggal Wamena

Dr. dr. Hisbullah,SpAn.KIC.KAKV

Terkini.id,Makassar – Salah seorang dokter spesialis Anestesi, Dr. dr. Hisbullah,SpAn.KIC.KAKV beberapa hari lalu menyempatkan waktunya bertolak ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya Propinsi Papua.

Pasca kunjungannya ke Wamena, per hari ini, Selasa 1 Oktober, Hisbullah pamit untuk meninggalkan Wamena, Papua. Hal itu, ia sampaikan di media sosial pribadinya.

“Aku pulang selamat tinggal Wamena. Hari¬† ini saya pulang meninggalkan Wamena menuju Sentani. Berat rasanya meninggalkan kota yang sudah porak poranda bak kota mati. Pilu terasa hati teriris iris,”tulisnya.

Ia juga mengaku tidak sampai hati rasanya meninggalkan pengungsi yang mengantri evakuasi. Video-vudeo yang beredar tentang penyerangan, pengejaran, sweeping pencarian pendatang, pembakaran, pengrusakan serta angkara murka lainnya ternyata benar adanya. Tinggallah puing-puing yang kelak akan menjadi saksi,” lanjutnya.

Ia menambahkan pulang secepat ini karena inilah masa penugasannya di bidang bencana yang paling pendek. Mandat perjalanan dinas yang diberikan kepadanya adalah ubtuj pelayanan spesialis bidang emergency dan di kamar operasi.

“Setelah dilakukan assessment dan mengumpulkan informasi dari sejawat ternyata pasien butuh operasi dan gawat lainnya sudah dirujuk dan dievakuasi ke Jayapura. Tim dokter spesialis yang dikirim oleh Dinkes propinsi juga sudah pulang dua hari lalu,” urainya seperti dilansir di Facebook pribadinya.

Kata dia, praktis tidak banyak yang bisa ia lakukan di Wamena. Pelayanan untuk pengobatan dasar masih bisa dilaksanakan oleh petugas kesehatan setempat.

“Sebenarnya saya bisa melanjutkan misi saya ke arah kerelawanan non medis namun sarana pendukung saya terbatas. Saran dari teman agar saya segera pulang karena aktivitas medsos saya berpotensi mengganggu kepentingan tertentu hingga beresiko dari segi keamanan diri pribadi,” sambungnya.

Dirinya juga berkomitmen untuk terus membantu bersama teman para relawan dan teman komunitas relawan lainnya berupa pengggalangan donasi dan pengolahan informasi serta support terhadap relawan yang sudah ada di Sentani. Terimakasih ia ucapkan kepada PP PERDATIN, AMDA, IKABI, para relawan Indonesia PRI, MAHTAN serta Prof. Idrus Paturusi atas arahan dan supportnya.

“Saya¬† berharap agar fokus untuk bantu Wamena jangan bergeser teruslah membantu dengan cara dan kemampuan masing-masing,” tutup pria kelahiran Parepare itu.

Berita Terkait