Terkini.id, Wamena – Seorang warga asal Banten yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua, Taufiq, bercerita soal warga lokal di sana yang sempat tersulut emosinya ke masyarakat pendatang.
Taufiq mengungkapkan, penduduk lokal di Wamena tersulut emosi akibat adanya peristiwa rasis di Surabaya pada beberapa waktu lalu.
Penjual remote keliling di Wamena ini sempat mendapat sindiran karena peristiwa tersebut. Hal itu tak hanya dialami oleh dirinya, melainkan juga rekan-rekannya sesama penjual keliling atau pendatang.
“Awalnya ada isu rasis penyulut konfliknya yang di Surabaya, jadi mereka seperti nggak menerima,” kata Taufiq usai kembali ke kampung halamannya di Banten, dikutip dari Detik, Minggu, 6 Oktober 2019.
Lanjut Taufiq menceritakan, setelah kejadian di Surabaya ada beberapa kali kerusuhan dan menyebabkan pendatang mengungsi ke kantor Korem serta tempat aman.
- Batal Kunjungan ke Wamena, Pj Gubernur Sulsel Dampingi Wapres Ma'ruf Amin Selama Transit
- Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Muchlis Patahna Kunjungan Kemanusiaan di Jayapura
- Beredar Kabar FPI Kumpulkan Anggota Jihad ke Wamena, Ini Faktanya
- Dokter Spesialis: Aku Pulang, Selamat Tinggal Wamena
- Pemkot Makassar Beri Kemudahan Akses Pendidikan Bagi Pengungsi Wamena
“Termasuk di Jayapura pada 29 Agustus dan di Wamena pada 23 September,” ujarnya.
Ia mengaku merantau ke Jayapura berjualan remote karena ikut teman. Sejak 2009, dirinya berangkat ke sana. Namun, karena kejadian kerusuhan beberapa waktu lalu, ia masih agak ragu untuk kembali ke Jayapura.
“Sebenarnya kalau ada usaha di sini nggak pengen jauh. Karena di sini untuk memenuhi kebutuhan agak sulit, apalagi nggak punya skill,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
