Dokter Tifa Yakin Dibully tapi Tetap Nanya ‘Apa Sih Gunanya Bikin Penyelenggaraan Formula E?’

Dokter Tifa Yakin Dibully tapi Tetap Nanya ‘Apa Sih Gunanya Bikin Penyelenggaraan Formula E?’

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Dokter Tifauzia Tyasumma mempertanyakan apa kegunaan menyelenggarakan ajang balap mobil listrik Formula E. Seperti diketahui, Formula E baru saja dilaksanakan di Jakarta pada Rabu, 4 Juni 2022.

Dokter Tifa juga sekaligus mempertanyakan kegunaan menyelenggarakan ajang MotoGP. Adapun ajang MotoGP dilaksanakan di Lombok pada 18-20 Maret 2022.

Melalui akun Twitter pribadinya, Dokter Tifa mempertanyakan kegunaan dua even ini meski tahu akan diserang.

“Saya tahu, saya bakalan dibully. Tetapi ini pembelajaran saja,” kata Dokter Tifa melalui akun Twitter @DokterTifa, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Minggu, 5 Juni 2022.

“Sebetulnya, Apa sih gunanya Bikin Penyelenggaraaan FORMULA E? Sama pertanyaan saya dengan: Apa sih gunanya Bikin Penyelenggaraaan MOTO-GP?” sambungnya.

Baca Juga

“Mari kita check komentar yang pasti macam-macam,” kata Dokter Tifa lagi.

Ditelusuri di kolom komentar, banyak netizen menanggapi pertanyaan Dokter Tifa, baik terkait Formula E maupun MotoGP.

Netizen dengan nama akun @globalisfuck*** membalas dengan cuitan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno terkait dampak ekonomi MotoGP Mandalika.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras bersama, ajang MotoGP berhasil MEMBANGKITKAN EKONOMI para pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menghasilkan nilai tambah ekonomi sebesar 4,5 Triliun Rupiah!” kata Sandiaga Uno dalam cuitannya.

Adapun netizen dengan nama @DeviHid40653*** mengatakan bahwa Formula E Jakarta 2022 jelas bermanfaat sebab diliput secara internasional.

“Dan banyak yang bekerja sama di ajang ini dan sebagai pembuktian karya anak bangsa sebagai pembanguanan tercepat ini bukti bahwa anak bangsa mampu bekerja dengan baik dan hebat. GP nanyak kerugian,” katanya.

Adapula netizen yang membalas bahwa kedua ajang ini, baik Formula E maupun MotoGP sama-sama tidak bermanfaat.

“Semua gak ada manfaatnya…hanya ajang pencitraan siapa yang unggul diantara keduanya buat 2 pendukung masing. Dan akirnya saling hujat saling bangga dengan masing2 junjungannya. Padahal 2 orang itu sama Tuannya. Mereka hanya boneka,” kata @sandywisjnu***.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.