Terkini, Jeneponto – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Megarezky Makassar, H.Syamsunie Carsel menanggapi berita yang beredar terkait mahasiswa KKN Universitas Megarezky berpotensi membuat gaduh Pilkada di Kabupaten Jeneponto, menurutnya hal itu terlalu berlebihan.
KKN itu sebuah proses pembelajaran bagi Mahasiswa, karena itu tuntutan tridarma Perguruan Tinggi, karena tiga tuntutan tridarma yang harus dijalankan oleh mahasiswa, yaitu pembelajaran, Pengabdian dan penelitian.
“Pengabdian ini bentuknya adalah ber KKN, jadi mahasiswa turun kelapangan membawa ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di kampus dalam proses pembelajaran untuk diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat, jadi berita-berita yang buat gaduh itu terlalu berlebihan, meskipun terkait dengan pencalonan pak Qolby, kami ini samgat profesionalprofesional yang bisa memilah mana dunia akademik, mana dunia politik, jadi saya pikir tidak usah dibesar-besarkan,” jelas H.Syamsunie Carsel HR.
Terkait dengan adanya potensi bagi mahasiswa Megarezky yang ber KKN membawa bau politik, kata Dr.H.Syamsunie Carsel HR, itu tidak ada, karena mahasiswa Universitas Megarezky dibekali dengan secara profesionalprofesional dan obyektif.
“Jadi mahasiswa kami ber KKN itu, betul-betul ber KKN, mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka di tengah-tengah masyarakat, yang tanpa memandang dari berbagai aspek sosial, politik dan lain-lain, tidak ada itu, karena kami tidak pernah membekali mereka tentang hal itu, apalagi mengarahkan untuk mensosialisasikan bakal calon Bupati, jadi itu tidak benar, kami tetap profesional,” kata H.Syamsunie Carsel HRHR dalam pesan suara whatsappnya saat dikonfirmasi Terkini, Jumat, 2 Agustus 2024.
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Lambatnya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi SPAM Jeneponto, 50 Saksi Diperiksa Namun Tersangka Belum Ada
- Kerja Sama Unismuh-KIT Jepang Berlanjut, Mahasiswa Berpeluang Ikut Program Sakura Science
- KALLA Hadirkan Komunitas Teman Jalan Insan Kalla
- Asmo Sulsel Ajak Pengguna Scoopy Ekspresikan Kreativitas Lewat Melukis Totebag
Dimana sebelumnya diberitakan, Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa STIKES Megarezki Makassar di Kabupaten Jeneponto menjadi sorotan publik. Hal ini disebabkan oleh pemasangan spanduk yang mempromosikan salah satu bakal calon wakil bupati di posko KKN mereka.
Spanduk yang dipasang di depan posko KKN tersebut menampilkan gambar dan nama seorang bakal calon wakil bupati yang sedang bersiap untuk berkompetisi dalam Pilkada mendatang. Kejadian ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat setempat, serta perhatian dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pemerhati politik.
Sejumlah warga menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan esensi KKN yang seharusnya berfokus pada pengabdian masyarakat dan bukan pada kegiatan politik praktis. “KKN seharusnya menjadi momen bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan malah menjadi ajang promosi politik,” Kata warga Jeneponto H. Jaya kepada terkini, Jumat, 2 Agustus 2024.
Dalam spanduk yang beredar di media sosial, tertulis posko XXXIII kuliah kerja nyata reguler angkatan XVI Universitas Kegarezky di Desa Balang Beru, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang terpantau Terkini, di grup Facebook Suara Rakyat Turatea, Jumat, 2 Agustus 2024.
Di spanduk yang terpasang itu, terpampang foto salah satu bakal calon Bupati Jeneponto, Moch Noer Alim Qalby Alimuddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
