Dr Andi Marjuni Jelaskan Hakikat Idul Adha di Lapangan PU Sulawesi Selatan

Dr. Andi Marjuni Akademisi UIN dan Dosen Pasca Sarjana

Terkini.id, Makassar- Ribuan Masyarakat Kota Makassar memadati Lapangan PU Provinsi Sulawesi Selatan untuk menunaikan Salat Idul Adha 1440 Hijriah Minggu, 11 Agustus 2019.

Dalam perayaan Idul Adha atau Lebaran Haji itu sebagai momentum untuk belajar tentang ketauhidan dan kepedulian sosial. Hal ini disampaikan oleh Khatib Dr Andi Marjuni.

Akademisi UIN Alauddin Makassar ini menjelaskan tentang Spritual Ibadah Haji dan Berkurban sebagai hakikat dalam perayaan Idul Adha.

Dia menjelaskan, menunaikan Ibadah Haji bukanlah perjalanan bersenang-senang mengejar kenikmatan duniawi. Bahkan sebaliknya, Haji adalah ibadah monumental warisan hamba-hamba Allah yang beriman, yang sukses melaksanakan segala perintah dan kehendak-Nya dengan sempurna.

Meski untuk penyempurnaan iman dan amalnya itu, ia harus mengorbankan apa saja yang sangat dicintainya. Berkorban apa saja demi meraih ridha Allah itulah esensi dan hakikat Ibadah Haji.

Ia juga menyebutkan beberapa poin penting yang harus dipahami, dalam melaksanakan Ibadah Haji.

Pertama pakaian Ihram, pakaian Ihram Ini mengandung arti bahwa pakaian biasa yang selama ini dipakaiĀ  harus ditanggalkan dan dibuang jauh-jauh. Mungkin selama ini ada yang memakai pakaian serigala yang melambangkan sifat kebuasan, kekejaman, kekerasan, dan penindasan, pakaian anjing yang melambangkan sifat penipu, pakaian ular yang melambangkan sifat bermuka dua dan berlidah dua, yakni senang berpura-pura, pakaian tikus yang melambangkan sifat korupsi. Semua pakaian jahat seperti ini harus ditanggalkan dan dibuang jauh-jauh, untuk kemudian diganti dengan pakaian Ihram.

Kedua Ka’bah, melambangkan keesaan Allah. Semua orang yang berasal dari berbagai latar belakang bangsa dan negara beribadah menuju pada tempat yang sama dan satuĀ  dengan niat yang sama.

Ketiga Thawaf, artinya mengelilingi Ka’bah, Ini melambangkan bahwa segala aktivitas dan kegiatan hidup kita harus berpusat kepada Allah dan dalam melaksanakan pekerjaan apa pun bentuknya harus dimulai dengan menyebut dan mengingat Allah.

Berkeliling-keliling Ka’bah melambangkan bahwa pelakunya harus berbaur, lebur, dan larut bersama orang-orang lain serta memberi kesan kebersamaan menuju satu tujuan yang sama.

Keempat Sa’i, artinya lari-lari kecil dan bolak balik antara Shafa dan Marwa. Ini mengandung arti bahwa dalam hidup ini kita harus bergerak, aktif berusaha dan kerja keras, tidak boleh pasif dan duduk bermalas-malasan.

Kelima wukuf di ‘Arafah, ‘Arafa artinya mengenal. Maksudnya, bahwa seluruh jemaah haji yang wukuf di padang ‘Arafah ini diharapkan mampu mengenal siapa dirinya dan siapa tuhannya.

Dr Andi Marjuni yang juga Dosen UIN Pasca Sarjana ini, menjelaskan pentingnya berkurban implikasinya dalam kehidupan, bahwa hewan sembelihan yang dikurbankan adalah lambang kerelaan hati untuk mengorbankan hidupnya dengan segala sesuatu yang dimilikinya demi membela kebenaran. Menyembelih hewan berarti membunuh sifat-sifat kebinatangan yang bercokol dalam diri manusia, ditunggangi oleh hawa nafsu kebinatangan.

Lebah menjadi terhormat dan disebut namanya dalam Alquran, karena ia dapat memberi manfaat kepada manusia berupa madu yang bisa menjadi obat untuk semua penyakit. Alam raya yang kita tempati ini begitu kita cintai karena ia memberikan kepada kita segala sesuatu yang dapat kita jadikan sebagai sumber kehidupan.

“Karenanya semua dituntut untuk turut berkurban sesuai tugas dan profesionalisme masing-masing, bapak-bapak yang mendapat amanah dari Allah sebagai pemimpin negara, berkurbanlah demi tegaknya persamaan, persaudaraan, keadilan, dan kebenaran menuju persatuan dan kesatuan, serta kesejahteraan dan kebahagiaan bangsa, yang menjadi dambaan kita semua. Bahkan Adik-adik remaja pun dituntut turut berkurban dengan memanfaatkan masa remaja untuk melengkapi diri dengan modal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi tanggung jawab masa depan dalam membangun bangsa, negara, dan agama,” terangnya.

Berita Terkait