Dr. Syaifuddin: untuk pertanian maju, mandiri dan modern, kami akan “all out”

Rapat Kordinasi Teknis Pendidikan Vokasi Pertanian 2020

Dr. Syaifuddin, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa berkomitmen untuk secara penuh mendukung kegiatan yang arahnya akan menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern. Kami akan all out, itu harga mati katanya, disela kegiatan Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Pendidikan Vokasi Pertanian 2020 di Bogor, (20/1).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mempertegas untuk segera menindaklanjuti Visi misi bapak presiden pada pembangunan pertanian Indonesia yang Maju, Mandiri dan Modern. Instruksi mentan SYL ini diwujudkan melalui program utama Kementerian Pertanian tahun 2020 yg juga diturunkan salah satunya menjadi Program Aksi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Ini sudah menjadi keharusan untuk kita wujudkan bersama, tegas Syaifuddin.

Kepala BPPSDMP mengatakan Fokus dan update kemampuan, untuk mendukung pencapaian target Program Aksi dari Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] dengan revitalisasi peran balai penyuluhan pertanian [BPP] di kecamatan melalui KostraTani, penyerapan 50 juta tenaga kerja dan penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial serta swasembada pangan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian.

Di Polbangtan Gowa sendiri, kami sudah merancang beberapa kegiatan yang arahnya untuk mendukung aksi tersebut untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan BPP dengan program KOSTRATANI. Untuk KOSTRATANI kami sudah melaksanakan Bimtek Teknologi Informasi untuk Penyuluh 12 BPP yang menjadi binaan di Desember 2019. Menyusul segera Bimtek Teknologi Infromas untuk seluruh penyuluh seluruh Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Pada Pembukaan Rakornis, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi mengatakan¬†“Pertanian merupakan sektor strategis meningkatkan pembangunan ekonomi nasional. Kontribusi dalam hal penyediaan pangan bagi 237 juta penduduk Indonesia, penyediaan bahan baku industri, peningkatan produk domestik bruto atau PDB dan penyediaan lapangan kerja merupaka aksi nyata sektor pertanian terhadap pembangunan nasional”.

Menurutnya, BPPSDMP Kementan khususnya Pusdiktan harus mendukung target Mentan SYL melalui pendidikan vokasi pertanian, untuk mampu mencetak sumberdaya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing. Mengingat Pusdiktan saat ini didukung tiga Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian [SMKPP], enam Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan], dan satu Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia [PEPI] di seluruh Indonesia.

“Kita sudah harus meninggalkan budaya kerja yang lambat. Tantangan dunia pertanian ke depan harus kita sikapi dengan tepat dan cepat. Kita harus fokus untuk melahirkan SDM pertanian mulai dari dosen, widyaiswara, mahasiswa dan alumni yang mampu mengikuti perkembangan teknologi,” kata Dedi Nursyamsi.

Kepala BPPSDMP Kementan mengingatkan saat ini kita sudah masuk dalam era 4.0 dimana dunia ada dalam genggaman. Begitu pula dalam menjalankan usaha tani, alat mekanisasi pertanian dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan jumlah produksi.

“Mahasiswa Polbangtan dan alumni harus menjadi perintis dan penyambung kebijakan pertanian. Tak hanya itu, raih nilai tambah melalui proses pengolahan dan kemasan yang baik,” kata Dedi Nursyamsi.

Dia mengingatkan, di tangan BPPSDMP tanggung jawab terbesar berada yakni lahirnya petani-petani  milenial yang maju, mandiri dan modern. Petani milenial harus menguasai market intelijen yang baik, karena itu aparatur dan eksekutor pertanian baik di pusat dan daerah hingga kecamatan harus ditingkatkan. Kembangkan potensi tersebut secara masif demi kemajuan petani dan pengusaha pertanian milenial.

“Mereka yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian, kunci keberhasilan pembangunan pertanian ada di petani milenial. Bila petani milenial mampu mandiri, maju, modern, inovatif dapat dipastikan bahwa pembangunan pertanian akan cepat terwujud,” kata Dedi Nursyamsi mengakhiri sambutannya.

Rakornis Pusdiktan 2020 di Bogor dihadiri enam direktur Polbangtan di antaranya Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman didampingi Kabag Umum, Irwan Johan Sumarno; Kabid Program dan Kerjasama Pusdiktan, Setyabudi Udayana; Kasubbid Program dan Evaluasi Pendidikan, Vitri Aryanti; Kasubbid Kerjasama dan Tugas Belajar, Abdul Roni Mangkat; Kasubbid Kurikulum dan Sistem Pembelajaran, Yudi Astoni dan Kasubbid Peserta Didik, Raden Hermawan. [Lely]

 

 

Komentar

Rekomendasi

Pameran Perguruan Tinggi Swasta, STIK Tamalatea Makassar Tampilkan Keunggulan Kampus

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas Bakal Gelar ‘Kosmik Space’, Ini Ragam Kegiatannya

Cara Mahasiswa Pertanian Unila Tingkatkan Minat Baca Dalam Kampus dan Sekitarnya

Di Kendari, Direktur Polbangtan Gowa sosialisasikan KOSTRATANI sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian

Cari asisten kebun yang unggul dan tangguh, BPI lakukan sosialisasi dan rekrutmen mahasiswa di Polbangtan Gowa

Salah Satu Alumnus Terbaiknya Meninggal Dunia, Universitas Sawerigading Makassar Berduka

Dukung pertanian wilayah perbatasan, Polbangtan Gowa kembali akan mengirimkan mahasiswa pendamping

Telkom MDV gelar talkshow “The Future Agriculture 4.0, Transforming Agriculture Through Innovations”, hadirkan mahasiswa Polbangtan Gowa sebagai speaker

Dr. Syaifuddin: makin banyak karya ilmiah yang dihasilkan, maka makin tinggi juga kompetensi diri dan berdampak pada reputasi institusi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar