Dukung Menag, Dedek Uki: Muslim Sudah Terlalu Lama Nikmati Privilese Mayoritas sehingga Begini Dianggap Penindasan

Dukung Menag, Dedek Uki: Muslim Sudah Terlalu Lama Nikmati Privilese Mayoritas sehingga Begini Dianggap Penindasan

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan juru bicara (jubir) PSI, yakni Dedek Prayudi atau yang lebih akrab disapa Dedek Uki buka suara terkait saran doa semua agama yang disampaikan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.

Seperti yang kita tahu, sebelumnya Menag Yaqut memang menyarankan agar doa semua agama bisa dibacakan di acara-acara Kementerian Agama (Kemenag).

Jadi, tak hanya doa agama Islam semata karena menurut Menag Yaqut, Kementerian Agama milik semua agama di Indonesia tanpa terkecuali.

Sayangnya, sarannya tersebut justru dikritik keras oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

Ia justru menilai bahwa Menag Yaqut sudah kehilangan akal lantaran terlalu diobesesi persatuan dan kesatuan.

Nah, berbanding terbalik dengan Anwar Abbas, Dedek Uki justru menampakkan dukungannya terhadap saran Menag Yaqut.

Menurut Dedek Uki, apa yang disampaikan oleh Menag Yaqut sudah benar lantaran memang harus ada equally accomodative untuk semua agama.

“Gus Menag sudah benar bahwa Kemenag memang semestinya equally accommodative untuk semua agama,” tuturnya, seperti dikutip terkini.id pada Rabu, 7 April 2021, via Twitter.

“Ruang akomodasi tidak ditentukan jumlah,” sambungnya.

Dedek Uki lantas memberikan pandangannya terkait umat Muslim yang sudah terlalu lama menikmati hak istimewa sehingga hal-hal seperti ini justru dianggap seperti penindasan.

“Kita yang Muslim sudah terlalu lama menikmati privilese mayoritas, sehingga melihat kewajaran ini seperti penindasan,” pungkas Dedek Uki.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.