Terkini.id, Makassar – Bencana alam yang melanda Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, kemarin Minggu 3 Oktober 2021 menyisakan duka. Empat orang warga yang dilaporkan tertimbun longsor saat terjadinya banjir, berhasil ditemukan Tim Sar Gabungan, Senin 4 Oktober 2021.
Ke empat orang korban sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya. Setelah Tim Sar Gabungan bergerak melakukan pencarian hingga sore hari, mereka akhirnya berhasil ditemukan.
“Korban keempat tadi dievakuasi pada pukul 16.04 Wita oleh Tim Sar Gabungan,” kata Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi.
Ke empat korban ditemukan Tim Sar dengan waktu yang berbeda-beda, Abu Sofian (8 tahun) ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita, kemudian pukul 15.04 Wita ditemukan korban atas nama Imam (5 tahun), dan pukul 15.55 Wita korban atas nama Rahman (12 tahun), terkahir Furkan (5 tahun) ditemukan pukul 16.04 Wita. Masing-masing dalam keadaan meninggal dunia.
“Keempat korban telah dievakuasi Tim Sar Gabungan dan diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan”, terangnya.
- Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang
- Telkomsel Salurkan Bansos dan Segera Pulihkan Jaringan di Aceh, Sumut dan Sumbar
- Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Sulsel, BPBD Gelar Apel Kesiapsiagaan
- Semen Tonasa Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Puting Beliung dan Kebakaran
- Butuh Sinergi Multi-pihak untuk Menyelamatkan Masyarakat Adat dari Bencana Ekologis
Atas peristiwa ini, Djunaidi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyampaikan agar masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi di wilayahnya.
“Kita tentu turut berduka atas kejadian yang menimpa saudara kita di Luwu, kepada keluarga korban kita turut berduka cita. Tapi peristiwa ini kita perlu jadikan pembelajaran agar ketika terjadi cuaca ekstrem semisal hujan dengan curah hujan tinggi agar kita semua waspada dan memperhatikan keselamatan diri dan keluarga”, tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir dan tanah longsor menerjang empat kecamatan di
Banjir diakibatkan intensitas hujan tinggi yang membuat Sungai Batusitanduk di Kecamatan Walenrang dan air Sungai Lamasi mengalami peningkatan dengan ketinggian air setinggi 5 meter hingga akhirnya meluap.
Diketahui, hujan terjadi sejak pukul 16.15 Wita. Sedangkan air sungai mulai meluap sekitar pukul 17.55 Wita.
Tak hanya itu, tanah longsor juga terjadi bersamaan dengan banjir bandang itu lantaran kondisi struktur tanah menjadi labil akibat guyuran hujan yang deras.
Desa pun dihantam seperti Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat yang mengakibatkan 4 orang hilang, 1 unit rumah dan 1 Mushollah terkena longsor dan Jalan Alternatif Batustanduk-Tator tertimbun Material longsor sekitar 15 meter.
Adapun empat kecamatan di Luwu yang terdampak banjir dan Longsor yakni Kecamatan Walenrang Utara, Kecamatan Walenrang Timur dan Kecamatan Lamasi Timur, kemudian ditambah satu Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Walenrang Barat.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Andi Wahid mengatakan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama di Kabupaten Luwu khususnya di empat kecamatan diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
“Hujan deras menyebabkan Sungai Makawa dan Lamasi meluap. Untuk korban jiwa, BPBD Luwu bersama SAR gabungan masih melakukan assessment,” sebutnya.
Akibat kejadian bencana alam ini sejumlah kerugian yang didata sementara yakni:
1. Kerugian Personil : 4 orang terbawa longsor (sampai sekarang belum ditemukan) di Desa Ilan Batu Kecamatan Walenrang barat. Dan 15 orang di Rujuk ke Puskesmas Lamasi karena terkena Banjir di Desa Pelalan kec Lamasi Timur.
2. Kerugian Materiil : 1 unit Rumah terkena Longsor dengan Kondisi Rusak Berat di Desa Ilanbatu Kecamatan Walenrang Barat. 1 unit Mushollah terkena Longsor dengan Kondisi Rusak Berat di Desa Ilan Batu Kecamatan. Walenrang Barat dan Jalan Alternatif Batustanduk ~ Tator tertimbun Material longsor sekitar 15 meter di Desa Batustanduk kecamatan Walenrang.
3. Kemudian 3 unit Rumah Hanyut, 2 Unit di Desa Sangtandung Kecamtan Walenrang Utara, 1 Unit di Desa Pelalan Kecamatan Lamasi timur.
4. Kemudian 237 unit Rumah terendam Air, 25 Unit di Desa Sangtandung Kecamatan Walenrang Utara dengan ketinggian air sekitar 30 cm – 1, 50 Unit di Desa Pelalan Kecamatan Lamasi timur dengan ketinggian air sekitar 50 cm, 25 Unit di Desa Pompengan Induk Kecamatan Lamasi Timur dengan ketinggian air sekitar 80 cm, 3 Unit di Desa Pompengan Tengah Kecamatan Lamasi Timur dengan ketinggian air sekitar 20 cm, 40 Unit di Desa Kendekan Kecamatan Walenrang timur dengan ketinggian air sekitar 50 cm ~ 100 cm, 20 Unit di Desa Sereti Kecamatan Lamasi timur dengan ketinggian air sekitar 50 cm, 74 Unit di Desa To Lemo Kecamatan Lamasi timur dengan ketinggian air sekitar 60 cm.
5. Kemudian 7 ekor hewan Peliharaan Hanyut 1 Ekor Sapi dan 6 Ekor Kambing di Desa Batustanduk Kecamatan Walenrang, 1 Unit Kandang Ayam Potong Hanyut (Kondisi Kandang Kosong) di Desa Batustanduk Kecamatan Walenrang
6. Terakhir, puluhan Hektar lahan Persawahan terendam Air dengan ketinggian bervariasi antara 20 cm-100 cm.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
