Terkini.id, Mekkah – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan pemakaman terhadap empat WNI yang menjadi korban kebakaran di Daerah Nakasa, At Taqwa, Mekkah.
Empat jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Syarae Baru, Mekkah, setelah sebelumnya disalatkan di Masjidil Haram Minggu, 7 Juli 2019.
Empat WNI asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban kebakaran masing-masing berinisial IRRS (36), KBS (35), TAT (20) dan SNSI (27).
“KJRI Jeddah baru diizinkan melakukan pemakaman keempat jenazah karena menunggu hasil pemeriksaan otoritas berwenang untuk memastikan penyebab kematian mereka,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.
Ditambahkan Konjen, KJRI Jeddah dan otoritas berwenang Saudi sempat mengalami kesulitan untuk mengungkap identitas keempat jenazah tersebut karena tidak memiliki dokumen apapun dan berstatus overstayer atau tinggal di Arab Saudi melebihi izin tinggal.
- Korban Kebakaran di Makassar Dapat Voucher Rp500 Ribu dari LAZ Hadji Kalla
- FKG PAI TK Jeneponto Tunjukkan Kepedulian, Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran
- Ketua TP PKK Jeneponto Kunjungi Korban Kebakaran di Tiga Kecamatan, Berikan Bantuan Saat Suasana Lebaran
- Donasi untuk Budi Haryadi Korban Kebakaran Gedung DPRD Makassar, Lampaui Target
- Kadis Dukcapil Jeneponto Kunjungi Korban Kebakaran di Balang Toa, Serahkan Dokumen Kependudukan dan Bantuan
Peristiwa kebakaran yang menewaskan empat WNI tersebut terjadi Kamis 20 Juni 2019 lalu di kawasan pemukiman yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.
Mendapat laporan tentang kejadian tersebut , Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) Warga KJRI Jeddah dibantu oleh Petugas Pembantu Pelayanan Pelindungan WNI (P4W) Wilayah Mekkah, Suyatno alias Pak Nur, segera mendatangi Rumah Sakit Umum Al Noor Mekkah, tempat jenazah disimpan, sekaligus meninjau TKP.
“Informasi yang kami peroleh dari penduduk sekitar, kebakaran terjadi akibat korsleting pada AC,” tutur Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler-1/Koordinator Yanlin yang memimpin tim ke lokasi kejadian dan rumah sakit.
Informasi tersebut, imbuh Safaat, diperkuat dengan keterangan pada tabligh wafat (berita kematian) yang diterbitkan oleh RS Al Noor, yang menyebut keempat WNI tersebut meninggal dunia pada 20 Juni 2019, pukul 12.30. Mereka tewas setelah menghirup asap kebakaran di tempat tinggal mereka yang berpintu besi dan terkunci dari luar.
Rumah penampungan warga asing ilegal pada umumnya dikunci luar untuk menghindari operasi penggerebekan oleh aparat berwenang setempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
