Terkini.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan kelakuan anak-cucu perusahaan pelat merah (perusahaan milik keluarga pejabat).
Tak jarang anak-cucu BUMN dibentuk untuk menyedot keuntungan holding atau induk perusahaan.
“Kan kadang-kadang begini, holdingnya sehat tapi dibuatlah anak-cucu yang menyedot daripada keuntungan daripada holdingnya,” katanya saat ditemui wartawan di Kementerian BUMN, Rabu, 12 Januari 2022 dilansir dari detik.com
Menurutnya anak-cucu BUMN yang kelakuannya bak lintah dan menyedot darah manusia itu harus dibongkar.
“Nah ini yang harus kita bongkar dan stop dan kurangi, karena supaya apa? Kita ingin membuat holding-holding yang kuat dalam menghadapi persaingan pasar, persaingan pasar ketika kita lihat sekarang seperti hari ini supply chains ini sedang terdisrupsi,” jelasnya.
- Hasil Drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
- 3 Pemain Resmi Jadi WNI, Tambah Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Australia dan Bahrain
- Shin Tae-yong Pamit: Warisan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026
- Eksperimen PSSI: Mampukah Patrick Kluivert Menjawab Ekspektasi?
- Shin Tae-yong Dipecat: Evaluasi Kinerja atau Konflik Tak Terlihat?
Ia berharap BUMN bisa tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, efisien dan berdaya saing.
Dia mencontohkan perusahaan pelat merah di sektor perbankan yang mampu bersaing dengan bank swasta hingga asing.
“Contoh di gruping daripada industri perbankan, ketika ada swasta, asing tetap BUMN sebagai penyeimbang bahkan bisa mengintervensi. Dan kita bisa buktikan di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) ada BRI, ada Mandiri, ada bank syariah sekarang, ada juga Bank BNI,” katanya.
Erick dan pihaknya akan terus merampingkan jumlah BUMN termasuk anak-cucu perusahaannya. Hal itu telah dilakukan di beberapa perusahaan.
“Kalau ingat juga BSI itu penggabungan 3 anak perusahaan BUMN. Jadi ini yang kita lakukan, dan apakah sekarang stop? Terus kita akan tekan karena inefisiensi ini tidak boleh terus terjadi. Kita harus pastikan juga BUMN sebagai lokomotif yang sehat karena 1/3 dari pada kekuatan ekonomi kita di BUMN,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
