Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut Negara Islam Indonesia atau NII saat ini lebih berbahaya dibanding masa Kahar Muzakkar dulunya.
Fadli Zon pun lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 23 April 2022, menyindir pernyataan Moeldoko soal NII itu dengan menyebut Kepala KSP itu merupakan contoh penjabat yang tak cerdas.
Menurut Fadli, Moeldoko sebagai pejabat negara telah seenaknya melakukan framing dan stereotyping dengan mengangkat isu NII.
‘Beginilah kalau pejabat tak cerdas n tak memahami sejarah. Seenaknya lakukan framing n stereotyping,” cuit netizen Fadli Zon.
Mengutip Hops.id, Moeldoko lewat sebuah videonya mengungkapkan bahwa NII saat ini telah memasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Menurutnya, NII memasuki kehidupan masyarakat melalui aparat sipil negara (ASN), aparat keamanan, mahasiswa, hingga institusi dan penguasa.
Tak hanya itu, Moeldoko juga menyebut NII saat ini jauh lebih berbahaya atau dasyat dibanding dari NII pada masa Kartosoewirjo maupun Kahar Muzakkar dulu.
Sebab, kata Moeldoko, saat ini tidak mudah dikenali karena dinilai pergerakannya tak sepenuhnya memakai senjata.
Moeldoko pun menilai, hal itu membuat para pelaku NII tidak mudah ditangkap dan pemberontakan tidak mudah diselesaikan.
“Ini jauh lebih dahsyat. Kenapa dahsyat? Kalau pergerakan senjata, dia mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap, dan mudah diselesaikan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
