Sementara itu, Imran, S.Kep., Ns. menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat prasejahtera secara gratis, serta membangun jejaring kolaboratif antara tenaga kesehatan, akademisi, dan lembaga sosial.
“Kami percaya bahwa kolaborasi dengan institusi akademik seperti FKIK UINAM akan memperkuat implementasi LKC, baik dari sisi layanan maupun kualitas SDM yang terlibat,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui adapun isi MoU tersebut meliputi, pelaksanaan layanan kesehatan cuma-cuma melalui klinik keliling dan pos layanan di wilayah sasaran.
Kemudian penerjunan mahasiswa untuk kegiatan edukasi kesehatan, pemeriksaan massal, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Selanjutnya kolaborasi riset dalam bidang kesehatan masyarakat dan penyakit berbasis komunitas.Dan terakhir pelatihan kader kesehatan lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
