Makassar Terkini
Masuk

Fenomena Buang Celana Dalam Usai Ziarah Saat Maulid di Gunung Sanggabuana

Terkini.id, Jakarta – Heboh, ratusan celana dalam dibuang di Gunung Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang.

Hal tersebut terlihat dalam sebuah video berdurasi 59 detik yang memperlihatkan 3 orang tengah mengumpulkan celana dalam di Pegunungan Sanggabuana Karawang.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @info_karawang dan langsung dibagikan oleh banyak akun media sosial di Karawang hingga ditonton lebih dari 2.000 penonton.

Saat ditelusuri salah satu warga dari Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru Solihin (36) menuturkan fenomena buang celana dalam itu sudah sering dilakukan oleh warga yang berziarah dan juga pengunjung atau pendatang saat bulan Mulud (Maulid) sebagai salah satu ritual buang sial di Pegunungan Sanggabuana.

“Buang celana dalam itu memang sudah menjadi ritual yang dilakukan oleh peziarah saat bulan Mulud (Maulid) pengunjung atau pendatang kalau selesai dari Pegunungan Sanggabuana, katanya membuang sial,” kata Solihin yang aktif juga sebagai pendaki saat dihubungi melalui telepon selular, Senin 25 Oktober 2021.

Dilansir dari Detikcom, bahwa mitos yang beredar menyatakan pengunjung yang datang ke kawasan Pegunungan Sanggabuana harus mencari sumber mata air yang bernama “Pancuran Emas” dan wajib mandi di pancuran tersebut. Setelah mandi itu, semua yang melekat dibadannya harus dibuang.

“Jadi memang mitos ini sudah beredar luas di masyarakat, dan mereka meyakini bisa menghilangkan kesialan dalam hidupnya,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, kebanyakan peziarah, pengunjung atau pendatang berasal dari luar Karawang, dan ramai berdatangan saat bulan Maulid.

“Kalau kayak sekarang itu bulan Mulud pasti banyak celana dalam berserakan di pegunungan Sanggabuana, bahkan sampaI berkarung-karung kalau dikumpulkan,” tandasnya.

Sementara itu, Wildlife Photograpy Bernard T Wahyu yang juga Ketua Tim Ekspedisi Fauna Pegunungan Sanggabuana membenarkan mitos yang beredar di masyarakat soal mandi di “Pancuran Emas” bisa membuang sial.

“Di Pegunungan Sanggabuana memang terdapat beberapa Makom (Tempat petilasan) beberapa mata air, atau pancuran dan di situ terkenal mitosnya yakni setelah mandi diyakini bisa membuang sial dengan cara harus membuang pakaian dalamnya,” katanya.